Dari Abu Said: " Akan keluar dari neraka orang yang di dalam hatinya ada setitik dzrrah dari iman." Abu Said berkata: " Maka barangsiapa yang ragu-ragu, hendaklah ia membaca: ‘ InnAllaha laa Yadzhlimu mithqaala dzarrah."

" Sesungguhnya Allah tidak akan menganiaya meskipun hanya seberat dzarrah"

- Hadith Marfu’. Diriwayatkan oleh Tirmidzi, dan Bukhari secara marfu’. berkenaan hadith syafa’ah yang panjang. Dalam kitab Tafsir Ibn Kathir(1/497-

Ibn ‘Athaillah telah di dalam kitab al-Hikam:-

"Saya berkata bahawa yang dijadikan ukuran di sisi Allah adalah apa yang terdapat di dalam hati. Kerana itu perjalanan hati menuju Allah merupakan hal yang paling penting dan tak tertandingi oleh kepentingan lain. Ilmu yang membahsa tentang itu memiliki kemuliaan yang besar, bahkan hasil tujuna mempelajari al-Kitab dan as-Sunnah adalah sampai pada peningkatan iman."

Yahya ibn Muazd ditanya:

" Bilakah seseorang hamba dikira telah benar-benar ikhlas? Maka jawabnya: Apabila akhlaknya seperti seorang bayi masih menyusu, yang tidak menghiraukan orang memuji atau mencelanya."

Ketika keikhlasan itu mendiami hati, tiadalah makna dunia lagi dalam diri, jiwa dan hati. " Ya, Allah tidak aku ingini dunia ini, hanya hasrat menemuiMu sahaja yang ingin aku lewati." Wallhua’lam