4.10pm
Di hentian ini
Rencam isi segala
Berbaur Satu
Hanyir
Hampas
Tengit
Letai wajah menahan dura
Namun
Ini dunia
Khali dari yang mulus-mulus
Hakikatnya
Inilah rona lembah fana
Akrab dengan yang hina
Di Sisi-Nya
Lebih tidak dari sehelai sayap nyamuk
Bagi mu’min
Lebih tidak sebuah penjara
Rimas mengepung diri
Ingin segera bebas darinya
"Hur"
Alangkah
Sedang kita
Sabung
Iman
Memikat dunia
Yang kotor ini
Ibarat pungguk rindu
Si rembulan
Itulah kita
Alangkah
Dayus iman sungguh!
Lazuardi lelah mengapung dosa
Pawana jerih mengintai takabbur
Kabus redum mengusir ananiyah
Hingga jeda waktu
Akhir zaman
Hanya iman taruhan diri
Sedang wanita solehah itu jugalah
Sebaik fatamorgana dunia
Hentian
410 p.m
nailofar

A’kum tuan rumah… puisi yg menarik..
Comment by PenutupORen — April 13, 2006 @ 5:15 am
Segala puji hanya layak bagi Allah..
anyway..jazakillah..;)
Comment by Administrator — April 17, 2006 @ 8:57 am
sedang aku berkelana
pahit manis aku rindu
hingga aku di ahsyikkan
sejuta mimpi
sebuah mahligai impian
akan ku turuti
walaupun aku
tak tahu lagi ke mana arahnya
tak ingin aku hancur sendiri
di makan waktu
kErEtAmAyAt
Comment by hamka — April 23, 2006 @ 9:04 am
saudara hamka.
terima kasih,
memang luluh hati bila difikir tak mahu dimamah nafsu..
Comment by Administrator — April 25, 2006 @ 2:43 pm