By the window of Maulidun Nabawi

Waiting with love fully
Praying with hope truly
As alone
Rains dropping indepth
Snows embracing soul
Sun shining
Stars twinkling
Moon sparkling
And
Eyes of world crying
Showered by missing him
No words
No says
No mumbles
No beats
Can describe
The feels of everything
Allahumma Sollu ‘ Ala Nabi Wa Yusallimu Taslima
: A very, truly humble and poor servant of HIM:
This site owner did not have enough time to elobrate the discussion among our great schoalrs about the celebration if Maulid An-Nabawi nevertheless inshAllah lets share together what have been written, elobrate by our respected Sahabah’s in their site.
1) What they said including Ibn Taymiyah about Maulid at Al-Fanshuri or Abdullah Tahir
2) Discussion about Maulidur Rasul at Aljoofre
3) Around the celebration of Maulidun Nabawi at Bahrusshofa
4) Contemparory scholars says here
5) Dr Yusuf Qardhowi views about celebration of Maulid here
We only want to say we love Muhammad Sollahualaihiwasslam, want to practice all his messages moreover to attain his syafaat. O thou people learn and think! Solla ala an-Nabiyy!

alhamduliLlah
waSholatu waSalamu
ala asyrafil Ambiya-i wal Mursalinala Alihi wa Shohbihi ajma`in.wa
salam Maulidur Rasul…
Comment by ukhti27 — March 30, 2007 @ 10:49 am
Sejahteralah kepada Baginda Nabi Muhammad Sollallahualaihiwasslam..
Salam Maulid juga:)
Kita nanti penuh harap
Agar subur kembali hati-hati yang hampir mati dan kering ini
Ini bicara manusia berdosa
Moga-moga akan dipandang diri kita ini oleh Baginda s.a.w yang mulia
Moga-moga adalah hendaknya Rahmah Allah untuk kita bersama Baginda nanti
Walau sebenarnya kita ini berlumpur dosa
Mari kita sambut Maulid dengan bersalawah dan penuh syukur. Moga ia menjadi tuntas kepada menyuburkan lagi cinta dan mengamalkan Sunnah Baginda Nabi Sayyidul Kawnain wa Thaqalain. Yang kerana Baginda diutuskan Oleh ALLAH menjadi Rahmatlah sekalian alam. Kenyang bagi yang himar yang lapar. Mempunyai susu kambing yang kering. Menjadi gembira sekalian alam. Runtuhnya istana kisra. Terpadamnya api biara majusi. Bergetar hati pendeta yahudi. Terang Makkah dengan cahaya putih. Bercahaya wajahnya apabila dipandang. Tunduk dirinya apabila berjalan. Tidak kenyang sepanjang umur Baginda. Yang mengikat perut dengan batu. Bengkak kaki berdiri kepada Allah. Rindu bukan kepalang bagi yang beriman.
Comment by Administrator — March 30, 2007 @ 2:23 pm
Salam Maulidurrasul juga..Kullu Amm waanta bilkheir insyaAllah….
Comment by Dr_Kadir — April 2, 2007 @ 11:17 am