Credit to Mauritanian's Siteowner 

Aku sedang berteduh
Di tepian tasik Raja’
Mengutip kekuatan yang tercicir
Di denai kelalaian
Antara dua hasrat
Terhimpit menyeru cahaya
Antara dua lembar putih
Keliru memilih zaman
Bagai sekam membakar
Kemahuanku mencuri kekuatanku
Bagai sekam membakar
Cintaku bikinku terpaku kaku
Benarkah cinta?
Cintakah yang buatku tertangguh
Di tengah jalan
Mampir bersama
Hasrat yang menyala
Rindu yang merimbun
Melebur keinginan subur
Menjadi debu seni berkeliaran
Dan aku,
Mengejar sisa-sisa berbaki
Kudrat polos yang berlari
Bersatu dengan alam
Membumi dengan tanah
Tenggelam bersama angin
Luruh di perdu pohon bisu
Andaipun mereka sudi menerima
Kekuatan yang  tercicir
Di balik
Sekam yang membakar

 –
Dalam bahasa yang tidak kompleks dan mudah, wahai tuan site ini, bawa-bawalah perabih menulis bahath, udah-udahlah tu baca kitab-kitab lain, bawa-bawa pula ngadap kitab untuk bahath..

Kalam Ibn ‘Athaillah yang ke 19 

“ Tetap sajalah pada ketentuan baik yang telah dikurniakan Allah s.wt”