Lupakan sebentar ripuh dunia

Kekalutan mahasiswa cempera santunnya

Politikus  kenyang perut mereka

Seniman asas seni hidup mereka

Zionist menggila meratah saudara 

Tumpukan seketika

Tumpukan seketika

Tumpukan seketika 

Cuma 

 

Kepada ruhiyyah yang kian haus jiwanya

Kepada maknawiyyah yang kian dahaga isinya

Perhatikan seketika

Ke pusat diri kita 

Yang selalu gusar isi dunia

Sedang ghaflah atma

Sedang mata liar

Sedang telinga biar

Sedang Ya Tuhan

Lapar benar rohaniyyah kita

Rayu pohon belas

Sumber segala rencam isi dunia 

Pusatnya maknawiah

Isinya ruhiyyah

Tumpukan seketika

Pada mafhumat

Pada lapisan dalam

Diri kita

Ya.

Diri kita

Tumpukan seketika 

Pada gharizah al-qalb 

Khali

Berhenti 

Tetap

Fana’ 

Telah berpesan Ahlul ‘Arifin :

"Wahai orang yang tidak sedarkan dirinya!

Siapa yang benar-benar senang kepada Allah takkan tenang dia kepada selainNya.  Siapa yang benar-benar mencari kerelaan Allah akan rela atas semua atas ketentuanNya."