January 29, 2008

Sleeping Cathedral

Filed under: History, Photos

Córdoba (Spain).

The Mezquita (Spanish for "mosque", from the Arabic مسجد "Masjid") is a Roman Catholic cathedral in Córdoba, Spain. It was originally built to be a mosque and was at one time the second-largest mosque in the world.

The construction of the Mezquita (originally the Aljama Mosque) lasted for over two centuries, starting in 784 A.D. under the supervision of the first Muslim Emir Abd ar-Rahman I, who used it as an adjunct to his palace and named it to honor his wife. The land was bought by the Emir from the previous owners. The site was that of the Visigothic cathedral of St. Vincent. When the forces of Tariq ibn-Ziyad first occupied Córdoba in 711, the Christian cathedral was supressed. Several explanations have been proposed to explain the mosque’s unorthodox orientation. Some have suggested the mihrab faces south because the foundations of the mosque are borrowed from the old Roman and Visigoth constructions. Others contend that Abd ar-Rahman oriented the mihrab southward as if he were still in the Ummayyad capital of Damascus and not in exile.

The mosque underwent numerous subsequent changes: Abd ar-Rahman III ordered a new minaret, while Al-Hakam II, in 961, enlarged the plan of the building and enriched the mihrab. The last of the reforms was carried out by Al-Mansur Ibn Abi Aamir in 987.

The year (1236) that Cordoba was recaptured from the Moors, by King Ferdinand III of Castile and rejoined Christendom, the mosque was reconsecrated a Christian church. Alfonso X oversaw the construction of the Villaviciosa Chapel and the Royal Chapel within the structure of the mosque. The kings who followed added further Christian features: Enrique II rebuilt the chapel in the 14th century.

The most significant alteration was the construction of a Renaissance cathedral nave in the middle of the structure. It was constructed by permission of Carlos V, king of united Spain. Its reversion to a Christian church (officially the Cathedral of the Assumption of the Virgin) may have helped to preserve it when the Spanish Inquisition was most active.

Artisans and architects continued to add to the existing structure until the late 18th century.

More info: en.wikipedia.org/wiki/Mezquita

January 27, 2008

Protected: Jeda Cahaya Ungu

Filed under: Personal, Literature

This post is password protected. To view it please enter your password below:

January 24, 2008

Children Is: Love

Love is a nature mode. It is natural art and music of life. Subtle.

Love is like a river, it is always soothing, overwhelming, flowing and has no ending.

Children = Love.  

* A random pictures  
CHILDREN 
By Khalil Gibran

Your children are not your children:
They are the sons and daughters of life’s longing for itself.
They come through you but not from you,
And though they are with you yet they belong not to you.

You may give them your love but not your thoughts,
For they have their own thoughts.
You may house their bodies but not their souls,
For their souls dwell in the house of tomorrow, which you cannot visit, not even in your dreams.
You may strive to be like them, but seek not to make them like you.
For life goes not backward nor tarries with yesterday.

You are the bows from which your children
as living arrows are sent forth.
The archer sees the mark upon the path of the infinite,
and He bends you with His might
that His arrows may go swift and far.
Let our bending in the archer’s hand be for gladness;
For even as He loves the arrow that flies,
so He loves also the bow that is stable.

A Noble Hadith of our Prophet p.b.u.h: 

Abdullah ibn Umar reported that he heard the Prophet Muhammad p.b.u.h <!–[if !vml]–><!–[endif]–>saying: "Every one of you is a guardian, and responsible for what is in his custody. The ruler is a guardian of his subjects and responsible for them; a husband is a guardian of his family and is responsible for it; a lady is a guardian of her husband’s house and is responsible for it, and a servant is a guardian of his master’s property and is responsible for it. A man is a guardian of his father’s property and is responsible for it so all of you are guardians and responsible for your wards and things under your care)." (Bukhâri 3/592)

Imam Al-Ghazali Rohimahullah

The soul of your child is like an uncut precious jewel entrusted into your care by Allah. To you is given the awsome responsibility of shaping that precious jewel to any kind of shape. If the child is made accustomed to khayr (that which is good), his parents and teachers will share in his reward.  If the child is made accustomed to wrongdoings, the parents/teachers/ guardians will share in the punishment.."  

As dorky, quirky, noisy, naughty, witty they can be, our children is merely a sign of pure love and solid responsibility. They are the next generation of our Ummah.

January 23, 2008

Monolog Seorang aku

Dari diriku untuk diriku juga.


 

Oh, umurku baru (telah) menjangkau 23 tahun, namun aku sudah tua. Aku sudah tua dengan dosa-dosa!

Sambil-sambil aku cari kitab yang boleh  dibaca di bilik ini, tertarik dengan satu buku yang tajuknya sahaja boleh mengundang kontroversi bagi sesetengah pihak. Sambil membaca dengan teliti dan cuba membuat perbandingan dan meletakkan diri aku di luar kotak dan bersikap adil dalam menilai. Buku yang kebetulan aku temui bertajuk " Hakikat  Tarikat Naqsyabandiah ". Selalunya apabila aku membawa buku-buku berkaitan tarikat, aku akan terus dihinggapi dengan sense of doubt dalam hendak mencari keputusan dan perbincangan ilmiah yang benar-benar memuaskan hati, ruh dan akal aku. Aku bukanlah tahu banyak sangat, jetseru aku belajar dengan guru-guru, berbincang, bertanya dan membaca dari pelbagai buku yang pro dan kontra. Sambil-sambil membelek dan menyeluruhi isi kandungan aku seolah-olah mengembara dalam satu kembara ilmiah, Buku ini sungguh seimbang dalam pennghujahannya dari pihak yang menolak dan menerima tarikat. Sambil-sambil itu, aku juga merasakan akulah yang menjadi antara subjek yang terlibat dalam perbincangan dalam buku yang ditulis oleh H.A Fuad Said ini.

Aku tidaklah punya banyak pengetahuan tentang Tarikat Naqsyabandiah, namun ada juga beberapa buku pro dan kontra aku telah baca dan diskusi bersama mereka yang lebih ‘arif, alim dan faqeh dan juga teman-teman. Namun aku bukan ingin mengupas isi kandungan dan keputusan muzakarah ilmiah yang diselanggarakan oleh Seketeriat Dakwah Majlis Ulama Indonesia Tingkat I Propinsi Sumatra Utara di Medan pada 20 Disember 1987 dan pada tanggal 26 November 1989 yang telah menatijahkan terbitnya buku ini.

Terdapat banyak karangan-karangan Ulama’ Salaf, fatwa-fatwa ulama’ kontemperori dan pandangan-pandangan individu tentang tarikat. Suka untuk bersikap objektif aku selalu melihat kepada kedua-dua pihak dengan pandangan yang ilmiah dan adil. Namun kadang-kadang terdapat ketidakadilan dari kedua-dua pihak terutamanya pandangan yang datangnya dari generasi muda sekarang. Semasa empat tahun di ardhil anbiya’ dahulu tidaklah pula aku cenderung untuk mengetahui secara dalam walau suka akan ilmu tasawwuf. Aku belajar dengan mereka yang digelar wahabi dan juga syeikh-syeikh lain juga. Tidaklah aku bercadang di sini untuk membuat kesimpulan tentang muzakarah tersebut di entri ini, mungkin lain kali dengan izinNya. Tetapi aku ingin muhasabah diri yang selalu sangat leka. Tidak semua perkara dapat dilihat dan dinilai melalui zahir akal semata-mata.

Kadang-kadang aku harap aku boleh bawa keluar hati aku kemudia cucikan dan lihat kesihatannya. Entah sihat entah tidak. Dalam banyak-banyak perbincangan dalam buku ini aku tertarik dengan kata-kata yang dinaqalkan dari Syeikh Abu Hassan As-Syadzili yang sangat aku hormati dan segani. Kalau dikira akan kutub khazanah warisan Sheikh As-Syadzili tidak lah terkira banyaknya. Ibn Taymiah juga mengutip banyak pendapat Abu Hassan As-Syadzili mengenai pelbagai masalah. Ibn Daqiqil ‘Id menegaskan: " Saya tidak pernah melihat orang yang paling mengenal Allah dari Syeikh Abu Hassan As-Syadzili".

Kata-kata mutiaranya yang dinaqalkan dalam buku ini yang buat aku terduduk sendiri atau yang telah menampar hati aku yang keras ini adalah:

"Apabila dzikir terasa berat atas lidahmu, anggota tubuh berkembang menurutkan hawa nafsumu, tertutup pintu berfikir untuk kemaslahatan hidupmu, maka ketahuilah bahawa semua itu adalah petanda banyaknya dosamu atau kerana sifat munafiq yang tumbuh dalam hatimu. Tiada jalan lain selain dari berpegang teguh kepada jalan Allah dan ikhlas dalam pengamalannya ".

MasyaAllah. Jamie wal Mani’ kalam Syeikh As-Syadzili. Menyeluruh. Sekejap. Aku ingin lihat hati sendiri sebentar.

Dan aku teringat akan satu puisi yang dilagukan oleh Sheikh Zulfiqar di sini  bertajuk " Change My Dead Heart ". Haha. Aku ingin ketawakan ( atau menangis? ) diriku sendiri. Akulah itu yang punya hati yang hampir mati.

January 20, 2008

Protected: Ayat-Ayat Cinta The Movie?

Filed under: Message of Da'wah

This post is password protected. To view it please enter your password below:

January 19, 2008

Siapakah Diri Ini

 Picture by Thomas Hawk on Flickr

*This picture is not associated withthe siteowner but the title of this picture immensly has a deep meaning with the entry above.

" The Signal’s Lost We Both Agree, Hopeless Sense of Isolation. So Very Clear to See."

Siapakah diri ini?

“Tidak ada sesuatupun yang lebih dekat
kepadamu selain dirimu sendiri;
jika kau tidak memahami dirimu,
bagaimana kau bisa memahami orang lain?

Kau mungkin berkata, ‘aku memahami diriku’,
tetapi kau salah!

Satu-satunya yang kau ketahui tentang dirimu,
hanyalah penampilan fizikalmu.

Satu-satunya yang kau ketahui tentang ‘nafs’mu (jiwa),
adalah ketika kau lapar kau makan,
ketika kau marah kau membuat keributan,
dan ketika kau termakan bara nafsu, kau bercinta.

Semua binatang memiliki kesamaan dengan dirimu
dalam hal ini.

Kau harus mencari kebenaran di dalam dirimu..

.. Siapa dirimu?

Dari mana datangnya dirimu, dan kemana kau akan pergi?
Apa perananmu di dunia ini?
Kenapa kau diciptakan?
Di mana kebahagiaan sejatimu berada?

Jika kau ingin mengetahui tentang dirimu,
kau harus mengetahui bahwa kau diciptakan dari dua hal.

Pertama adalah tubuhmu dan penampilan luarmu (zahir)
yang dapat kau lihat dengan matamu.

Bahagian lainnya adalah jiwamu.

Jiwamu adalah bahagian yang tidak bisa kau lihat
tetapi bisa kau ketahui
dengan pengetahuanmu yang dalam.

Kebenaran akan eksistensimu ada di dalam jiwamu.
Hal lainnya hanyalah pengabdi bagi jiwamu.”

- Imam Al Ghazali


:: Dikutip dari buku Imam Al-Ghazali,
berjudul Kimiya’e Saadat : “The Alchemy of Happiness”.

:: Foto

*Credits to surrender2god.wordpress.com

____

*Entri kali ini merupakan perkongsiaan daripada salah seorang Tetamu di laman blog ini. Oleh kerana tuan rumah merasakan ianya memberi manfaat kepada semua ( InshAllah ) dan memberi makna yang mendalam dalam kita mencari hakikat diri maka diletakkan di ruangan entri kali ini. Terima kasih kepada saudara/i Tetamu di atas perkongsiaan ini di bawah entri " Secawan Kopi Di Awal Tahun ".

" Hanya dengan mengenal dirimu maka kamu akan mengenal TuhanMU "

January 17, 2008

Risale-i Nur Collection Books Exhibition

 

I just received an email from my good friend in Turkey ( who has been graduated from here also ) which remind me of Bediuuzzman Said Nursi our very own distinguished scholar. In previous days before she went back, we will casually discussing together about Bediuzzaman Said Nursi particularly during Ramadhan. She indeed always has an amusing story about Said Nursi. Mainly because it is related to the fact that her relatives has been working with Said Nursi at his late days. At the same time also, a Turkish friend of mine who are still here has decided to make a book exhibition of Risale-i Nur Collection in IIUM ITD Foyer for about ten days. Starting from 7th January until 19th January 2008. She has promised me to email the draft of the advertisement poster yet I still did not receive one. We just meet a couple of days ago and  discussed together about Bediuzzman Said Nursi which is an occasion that I missed so much since Albazrah has left to Penang to work there. Here I indicated  some quote from Bediuzzaman Said Nursi. I loved everything that has been written by this noble scholar and appreciated his legacy as a true gift from God. For those who is in IIUM and interested to know more about Said Nursi can take this chance to take a peek at the books exhibition. She told me that the books which has been displayed there can be considered cheap comparing to the actual prices. So, why not grab this chance and show your love toward Ulama’ Amilin!.

Nursi said: "Oh Brothers who are listening to these words of mine here in Ummayyad Mosque! And Oh Muslim brothers in the mosque of the World of Islam forty to fifty years later! Do not make apologies, saying, "We do not do any harm, but also we do not have the power to do anything beneficial; therefore we are excused."Such an apology is not acceptable. Your laziness, and saying,"What is it to me?", and your displaying no effort and not getting into the working spirit through Islamic Unity and true Islamic Nationhood have done much damage and injustice to yourselve. (The Damascus Sermon)
January 16, 2008

Puasa ‘Asyura’

Diriiwayatkan oleh Abu Qatadah ra, beliau berkata : Rasulullah saw bersabda :

 
صوم يوم عرفة يُكفِّر سنتين: ماضية ومستقبلة، وصوم يوم عاشوراء يكفر سنة ماضية

"Puasa pada hari Arafah menghapuskan (dosa) 2 tahun : yang lepas dan yang akan datang, dan puasa pada hari ‘Asyura’ menghapuskan (dosa) setahun yang lepas" -[Hadith diriwayatkan oleh semua kecuali al-Bukhari dan Tirmudzi, Nailul Authar, 4/323].

* Pentakhrijan Hadith bukan milik penulis blog ini.

Artikel berkaitan:

1) AlFanshuri 1

2) AlFanshuri 2

3) Ustaz Hafiz Mansur 

Di luar topik: Bush ingin melawat Timur Tengah? Kami membantah! 

January 15, 2008

Philips Digital Painting’s Kit

 

Philips continues to push the envelope with future technologies like: the In Touch Message Board, iCat Robot, Lumalive Textile Garmets, and Momento Glass Ball. Now, we have the Philips Drag and Draw Digital Light Painting Kit! 

“Drag & Draw turns the entire home into a virtual canvas for children. The digital light painting kit enables the user to paint via laser beams. Simply wave the wand over the laser projection bucket, then use it to draw on any wall or surface. Draw a bus on a road, for instance, and then with another flick of the wand that image is suddenly surrounded by a colorful backdrop.” - Business Week

Arts has never failed to amaze me. When I stumbled upon this photo in one of Korean’s blog a few days back, this picture slightly captured my attention. This is definitely a very innovative invention by Phillips. This drag and draw laser crayon  enable the child:-

" to paint via laser beams — simply wave the wand over the laser projection bucket, then use it to draw on any wall or surface.- Business Week"

More than attracted  to this elegant investment of Philips as an interaction design, I rather loved to treate this new invention as a comfy & friendly household accessories. There is no other events that always occurred in your household other than your child busying coloring the wall  as it is a piece of paper. Of course it is a sign of child development and a symbol of creativity but sometimes it’s required an extra efforts and more expenses to repaint the wall. This new painting kit will manage the parents to help their children build their creativity as well an attractive design for interior design of your house. This remarkable invention is not a necessary " a must buy " for your child but it is definitely an alternative to create a new atmosphere in your house at the same time a new method to build a healthy habit among your children. Moreover, rather than buy your child a Play Station 3 it is more worthy to purchase your money on this  trendy and cool kit. Therefore, it will be less worry for the mother and less burden for the father. Thanks to this helpful digital painting kit. Dip and Stir!
 
 
January 14, 2008

Secawan Kopi Di Awal Tahun

 

 Photo by

 

DI ANTARA KOPI DAN>AND JAVABEANS

Tahun hijrah bertambah sepantas mata mengerdip, setangkas pedang menghunus, dan sekilat petir menyambar. Hijrah secara teori dan praktikal Junjungan Besar s.a.w telah dijelajahi. Namun tanpa sedar produksi Muslim sekarang disuntik fenomena jahiliyah moden dari setiap sudut. Ianya berakar dan mungkin subur dalam jiwa-jiwa kita sendiri. Mungkin.

Tahun- tahun yang berlalu memberi satu kebangkitan baru dalam diari pemuda-pemudi Islam. Baik dari lapangan apa pun kita. Kebejatan pembikinan blog-blog, akaun-akaun peribadi berbentuk Friendster, Myspace, Facebook, Livejournal dan juga segala bentuk online chatting yang pelbagai menjadi satu ‘trend’ baru. Tidak kira apa juga kencendurungan pemuda-pemudii Islam samada berbentuk haraki, akademik, kesufian, ilmiah, politik, musik dan juga jurnal. Medan internet adalah lapangan hikmah buat kita gali sesuai untuk dakwah dan tarbiyah ruhiyah menggunakan kaedah penulisan yang tersendiri demi mencari hikmah mengapa kita diciptakan. Namun internat mampu mengganggu jalan kita menuju Allah ataupun menambahkan ketaqwaan kita padaNya. Usah bezakan mereka yang berada di lapangan agama atau tidak. Semuanya terdedah kepada ujian dan fitnah ini. Kita tidak berbicara tentang orang awam. Namun tentang kita. Ya, tentang alqasam dan teman seperjalanan. Tentang kita-kita. Yang diuli dengan acuan didikan Islam. ( Em, benarkah? ). Ya, teman-teman Azhariyyun.

Pemuda-pemudi kita mampu menjadi semakin tega dengan Islam juga bertambah rasa takut kepada Allah melalui internet atau semakin lalai dan jauh dari didikan dari sekolah-sekolah agama yang di hantar ibubapa. Usah bicarakan persoalan hubungan lelaki perempuan di dalam alam maya ini. Ianya seolah-seolah dipinggirkan dalam kamus kita sebentar. Jangan dibicarakan setiap individu Muslim bertanggugjawab terhadap Islam. Menjadi qudwah dan izzah dalam setiap gerinya dan tidak membawa fitnah kepada diri, dakwah dan agama.

Sebagai contoh, kita sering mengimpikan ummah yang sejahtera dan kecenderungan tertentu dalam dakwah tidak kira apa jua kaedah/uslub dakwah yang kita teladani. Namun sering kita lupa kita, seorang individu Muslim mampu memberi kesan kepada Ummah secara keseluruhannya tambahan pula jika kita dikalangan mereka yang belajar secara khusus bidang agama, melaungkan seruan atau menunjukkan kecendurangan tertentu. Tanpa sedar, kita menjauhkan diri kita dan orang lain daripada dakwah secara umum dan kepada Allah& Rasulullah s.a.w secara khusus.

BAGAIMANA IA TERJADI? 

Melalui banyak cara. Malah terdapat banyak respon dan arguementasi(?) dari kalangan orang awam yang membangkitkan konfrantasi dalam proses kelancaran tarbiyah dan dakwah di kalangan  mereka yang bergelar daie’ secara khusus atau siapa sahaja secara umum.

Muhammad AlFateh ketika melatih tenteranya pernah berkata. " Orang kuffar dibekalkan dengan senjata, kelebihan di antara kita dan kuffar adalah taqwa. Hilangnya taqwa, maka hilanglah kedudukan kita dan menjadi lebih rendah dari mereka." Begitu juga amalan-amalan fardhu, sunnah dan penjagaan hati.

Kita tidak pernah dapat bersendiri dan menyendiri. Kita punya amanah dan kitaran kehidupan. Setiap satu memberi kesan kepada yang lain.

Hidup kita merupakan rangkaian dan rantaian. Sedang lembu juga memerlukan rumput untuk hidup.

Dunia maya dan realiti berbeza namun tetap sama. Ibarat melihat cermin. Umpama meminum kopi dan memakan javabeans. Sama tetapi berbeza namun mempunyai kaitan rapat dan disiplin tertentu.

WATAK ANIME?

Kita ibarat melihat watak dalam kandungan komik atau kartun-kartun "anime". Kita mentertawakan lelucon dan aksi yang dipaparkan namun kita juga adalah watak "anime" dalam kehidupan.  

Kita tidak pernah akan menjadi islamik dengan hanya menggunkan kata ganti "ana" dalam penulisan dan perbualan harian. Kita bukanlah manusia paling bertaqwa kalau hanya menulis soal akademik dan ilmiah semata. Menulis adalah satu kreativiti. Mempunyai kaedah yang pelbagai dan tersendiri. Namun semuanya tidak lepas dari pengawalan hati dan nafsu dari dunia. Tidak hilang dari adab dan apa juga yang sinonim dengannya.

Berbicara soal perjuangan satu persoalan, namun bagaimana duduknya andai nafsu masih dibiar liar. Internet. Medan ujian besar bagi mencapai ketaqwaan bagi pemuda-pemudi Islam. Anda tidak mahu terbeban dengan tanggungjawab dan sandaran, lepaskan diri anda dari Allah. Mampukah?

Internet hukumnya harus, sesuai asal hukum yang tiada nas pengharamannya. Ia medan melebar integrasi dan kreativiti individu. Juga menjadikannya kita makin dekat atau jauh dengan Allah.

Selain itu, internet juga  salah satu bentuk " soft addiction" dan mungkin kita terperangkap dalamnya.

TALI MUJAHADAH

Jiwa kita adalah watak dalam komik "anime" yang paling lemah. Ini bukan soal tudung labuh atau kopiah. Soal "thiqoh" atau syadid. Ini soal jiwa dengan Allah. Soal setiap nafas dan gerak akan dipersembahkan. Makin banyak yang kita tahu dan belajar makin dekat kita dengan kemungkinan  seksaan dari Allah kelak. Ilmu dan musafir ilmu merupakan jalan menuju Redha Allah namun bukan tiket mendapat Redha dan menjamin syurgaNya.

" It is never about how much we learn or know, but how much we practice it with full of sincerity and complete devotion toward Allah". 

Dalam sekecil perkara dan sebesar perkara ada musuh besar akan menyerang. Lebih hebat dari watak-watak utama dalam "anime" Naruto atau Bleach.

Hingga dalam perkara baik pun ia masih bersembunyi dan ingin mengganas. Ia adalah nafsu. Musuh utama dan sangat paling mampir dengan kita. Setiap makhluk Allah tidak terlepas diuji dengan nafsu dan cinta dunia. Nafsu yang mengikat kita bukan kita yang kita mengikatnya juga cinta dunia di hati membawa kepada lemahnya jiwa dan malasnya beramal. Hati sentiasa rindu kepada dunia. Hati dipenuhi sifat-sifat mazmumah, ananiyah (ego), sentiasa merasa diri betul dan baik, sukar menerima pendapat orang lain, hasaddengki, tamak serta pelbagai penyakit hati yang lain. Kadangkala kita takut membelek hati kita sendiri.

Dan ia bukan main-main. Sekali terlepas jauh dari RedhaNya mampukah kita bernafas lagi?

Ikatlah nafsu ammarah bissu’ dan lawwamah dengan tali mujahadah, dzikir dan muraqobah dan heretlah di bahu kita hingga menjadi nafsu yang tenang dan diredhai. Bebannya berat, ya. Tersangat berat. Namun natijahnya sangat hebat dan berkesan. InshAllah.

Kita tidak pernah baik hanya dengan apa yang kita tulis atau pakaian yang kita sarungkan atau nama yang kita gunakan. Namun amal dan hati yang bersih akan dibawa dalam "dulang" persembahan di hadapan Allah. Setiap amal Fardhu dan Sunnah natijah interpertasi keikhlasan diri.

Oh ya, tuan tanah blog ini juga tidak pernah akan jadi apa-apa atau istimewa dengan menulis blog. Tuan tanah ini hanya satu zarah yang akan menjadi debu. Tuan tanah ini yang akan ditanya Allah juga tentang apa yang diamalkan, niatnya juga jiwanya. Kemana di bawa lari dan pergi.

SECAWAN KOPI 

Pilihlah sesuai menurut keutamaan, kematangan dan pendidikan nafsu. Terpenting, tidak membina ‘rumah’ dalam hati buat internet. Mencintainya dan  meletakkankan di dalam hati. Internet mampu menjadi kawan atau lawan.  

Pesan Habib Ali Al-Joofre di antara jalan mendidik diri adalah mengurangkan perkara-perkara harus. Tentu ia dengan meminimakan diri dari bersenang dengan dunia dan membentuk nafsu tunduk dengan pencipta semesta.

Kita tidak pernah dapat bersendiri. Semuanya mempunyai kaitan. Kalau ingin menjadi "aku" tidak bermakna kita mesti melupakan "dia" atau "DIA". Menjadi diri sendiri adalah perkara biasa namun menjadi diri sendiri juga memerlukan kepada "mereka" dan agama.

Dalam banyak perkara kita mungkin lupa tentang diri kita kerana sering melihat yang lain. Alqasam juga. Mungkin. Berjayanya kita menuju Allah adalah dengan sentiasa melihat diri sendiri. Dalam usaha dakwah dan tarbiyah, hati sendiri yang sentiasa perlu dicuci sering. Apa sahaja yang terjadi, adalah tujahan kepada penundukan nafsu. Hakikatnya, kita ini bukan siapa-siapa. Sentiasa melihat diri hingga nafsu menangis dan tunduk kepada iman. Melihat kepada dalam diri dan memusatkan perhatian kepada Allah. InshAllah, kita dinilai Allah melalui " Khowatim" dan bukan apa yang telah berlalu (yang disusuli taubah). Setiap dari kita adalah manusia, dan manusia tidak pernah lari dari kesilapan. Betapi ramainya abid yang kemudian cenderung diakhir usianya kepada kemaksiatan dan mati dalam kufur. Nauzubillah min zalik. Lihatlah Allah pada Maha KayaNya Dia. Lihatlah DIA, bukan pada manusia.

Petikan di bawah ini jelas satu artikel "kopi pasta". Apa salahnya kan sekali-sekala meminum minuman diperbuat dari "javabeans" bersama hidangan dari Itali. Selamat menjamu selera. Kopi minuman segar dari sebutir kacang, Seperti hidup kita juga. Asal tiada kepada ada kemudian tiada kembali dan ada kembali. Bismillah.

Bagaimana Melayari Internet Dengan Kebersamaan Allah

Tulisan Ustaz Dr Fathi Yakan

Dr Fathi Yakan adalah seorang ulamak dan pendakwah yang dikenali. Beliau adalah antara pelopor pergerakan Islam dalam tahun 50-an, berkelulusan PhD dalam bidang Bahasa Arab dan Pengajian Islam. Dr Fathi Yakan telah mengarang lebih dari 35 buah buku, sebahagian besarnya telah diterjemahkan ke dalam pelbagai bahasa.

Internet merupakan senjata bermata dua, satu pendekatan yang mempunyai dua wajah yang bertentangan; dalamnya ada unsur peruntuh dan membina, memati dan menghidup, petunjuk hidayah dan godaan. Dan cara bagaimana ia digunakan adalah garis pemisah antara keduannya.

Saya harap tidak keterlaluan jika saya katakan bahawa internet mempunyai daya tarikan, keberkesanan, mudah dicapai, dilayari dan bersifat interaktif yang menjadikan ia alat terkini dari segi kesan dan ruang cakupan. Ia melitupi bola bumi tanpa sekatan dan tandingan. Ia boleh dijadikan mimbar untuk orang Islam menegakkan hujjah keatas manusia dengan menyebarkan Islam dan menyampaikan dakwahnya kepada seluruh manusia diseluruh pelusuk alam.

Benarlah seperti firman Allah taala yang bermaksud:

Supaya tidak menjadi hujjah manusia terhadap Allah selepas kedatangan rasul-rasul.

(an Nisa’ 165)

Dan firman maksudnya:

dan begitulah kami jadikan kamu umat pertengahan supaya kamu menjadi saksi kepada manusia dan rasul menjadi saksi keatas kamu.
(al Baqarah 143).

Walaubagaimana pun kita sepatutnya mengetahui bahawa internet dipenuhi dengan segala jenis unsur yang rosak dan merosakkan dan syaitan jin dan manusia memuatkan rangkaian ini dengan berjuta-juta laman yang canggih dan cekap dengan seni mempedaya dan menyesatkan satu perkara yang tidak diterima akal dan sukar digambarkan.

Satu kajian yang disiarkan oleh majalah Time menunjukkan bahawa bilangan laman seks mencecah angka 650 juta laman pada tahun 1998 dan dianggarkan akan sampai 8 bilion pada tahun 2002. Salah satu laman ini memiliki 300,000 gambar lucah dan telah dihantar sebanyak lebih satu bilion kali.

Manakala dari sudut perniagaan, satu kajian menunjukan bahawa sejumlah pembelian bahan lucah melalui internet mencecah 18 bilion dolar. Ini mendorong pengkaji Steve Waters berkata dalam komentarnya terhadap betapa besarnya bencana ini: "biasanya pelayaran internet bermula dengan cuba-cuba, kemudian ia berlarutan menjadi penagihan dan disertai dengan kesudahan yang sangat merbahaya".

Semua itu perlu diletakkan dalam perkiraan apabila berbicara tentang internet, melayarinya dan berintraksi dengannya.

  1. Sesaorang yang ingin melayari internet wajar membersihkan niat dengan betul dengan menetapkan terlebih dahulu tujuan sebelum memasukinya.
  2. Mereka yang melayari internet sebagai alat untuk berhibur akan lupa diri dan tanpa disedari terheret ke pada kamatianya dalam keadaan ia tidak menyedarinya.
  3. Kemudian duduk dihadapan internet dalam tempoh yang lama akan mensia-siakan pusingan hidup seluruhnya. Mereka akan mengabaikan tugas dan tuntutan untuk mendapat kebahagiaan di dunia dan akhirat. Inilah kerugian yang nyata.

Disamping ia juga akan menyebabkan kehilangan daya tumpuan dan menyebabkan akal bercelaru.

Adapun apabila kita melayari gelombang internet yang ganas dalam laut yang gelap dan dalam keadaan ditemani Allah bererti kita hidup dengan kebersamaan ini dalam setiap suasana, urusan, kondisi dan setiap masa.

Rasa kebersamaan ini bukan suatu yang boleh dipinjam-pinjam atau direka-reka… kerana itu, ia bukan datang dan pergi sebaliknya satu keadaan yang tetap terus berkembang tanpa kurang atau surut.

Merialisasikan kebersamaan ini seseorang perlu mengekang nafsunya daripada hawa dan penyesatannya. Hawa harus ditolak dan nafsu sepatutnya dibimbing untuk menaiki tangga kesempurnaan, meninggalkan kealpaan, mengalahkan waswas dan mengatasi ajakan-ajakan syahwat. Kemudian dengan memelihara keberterusan "muraqabah" dan "muhasabah" serta mengekang nafsu dengan keazaman dan dipaksa dengan pekerti dan akhlak yang mulia, apa lagi dizaman yang penuh dengan fitnah dan keajaiban ini.

Seperti yang pernah diberi amaran dan ingatan oleh Rasulullah s.a.w secara khusus mengenai zaman tersebut di mana orang yang siuman menjadi bingun, perkara makruf menjadi mungkar dan mungkar menjadi makruf sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w yang bermaksud:

apabila dunia hampir kiamat akan berlaku fitnah seperti potongan malam yang gelap, fitnah seperti kepulan asap, dalam situasi itu hati manusia akan mati seperti matinya tubuh badan mereka, mereka beriman pada pagi hari dan kufur pada waktu petang, beriman pada waktu petang dan kufur pada waktu pagi antara mereka ada puak yang menjual akhlak dan agama mereka dengan habuan dunia.
(hadis riwayat Ahmad)

Kita berdoa kepada Allah supaya memberikan kita kesihatan dan berterusan dalam keadaan afiat serta bersyukur dengan afiat tersebut. Kita mohon dari Allah kebaikan masa dan kebaikan mereka yang hidup pada zaman ini. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan zaman dan kejahatan mereka yang hidup pada zaman ini. Allah maafkanlah kami, ampunkanlah kami, perelokkan kesudahan kami dan pastikan pada waktu kematian kami, kami sedang melakukan kebaikan dan amal soleh.

By  

( Mari sama-sama kita minum Kopi Radix HPA ) 

Salam Maal Hijrah 1429 Hijrah, Kullu ‘Am WaNahnu ilAllahi Aqrabu ( Semoga setiap tahun makin kita dekat denganNya) InshAllah.  Sama-sama kita mendoakan keselamatan buat adik Sharlinie yang hilang. Moga beliau sentiasa dalam pemeliharaan dan jagaan Allah sentiasa. Untuk maklumat lanjut di sini dan di sini

* Artikel & Audio berkaitan :

1) Di Muntalaq untuk di download.

2) Intim Tanpa Cinta 

3) Sepinggan Dosa Berulama Pahala

4) Cinta Oh Cinta 

5) Matlamat Sahaja Yang Besar? 

6) A Competition Of Attraction oleh Syeikh Husain Abdul Sattar (Sacred Learning )

Nota kaki yang tiada kaki

Mungkin entri kali ini berbaur ‘garang dalam kehalusannya’, namun sasaran pembacanya adalah tuan site ini sendiri serta sahabat-sahabat yang berjalan di jalan yang sama. Mungkin kadang-kadang kita perlu menggarangkan diri kita apabila melihat betap banyaknya lelaki Mu’min tergoda dengan wanita dan internet di luar sana dan betapa ramai wanita yang kian giat mencambahkan benih-benih zina hati dalam hati lelaki. Atas nama, entahlah. Lelaki Islam di akhir zaman makin culas dalam ibadah dan dakwah. Wanita Islam pula makin lemah jiwa mendepani mehnah. Aduhai dunia, bagaimana diharapkan terbangkit semula tamadun Islam dengan jiwa yang kacau dan minda yang haru-biru!

Kita diserang dengan virus mengambil mudah dan bersenang-senang dengan internat. Yang amat dan terlalu, kadangkala. Ubudiyyah dan dakwah? Bukan sekadar retorik. Mu’min yang tidak banyak ilmunya namun beramal lebih dicinta Allah dari mu’min yang besar ilmunya namun sebaliknya yang berlaku. Allah Lebih Mengetahui. Semoga Allah mengampunkan dosa-dosa kita samada sedar atau tidak, sengaja atau tidak, akan datang atau yang telah lepas, dan apa yang lebih Engkau ketahui tentangnya.

Kita tidak menggunakan penfasiran bersifat tekstual dan robatik juga bukan ingin bersikap Holier than Thou. Bukan tentang ini atau itu tidak boleh. Bukan tentang taqwanya seseorang dengan dia begini atau dia begitu. Redha Allah sifatnya Qadim. Ramai yang beribadah namun akhir hayatnya berada dalam murka Allah. Namun kita berbicara soal hati  yang selalu dibicarakan natijahnya. Ya, tentera jasad dan ruh kita. Cermin kepada mengenal Allah.

" Dinaqalkan Sheikh Ali Juma’ah juga melarang hubungan ajnabi di alam maya ( yang bukan dalam lingkungan perkara syarie ) ". Sheikh Ali Jum’ah merupakan ulama’ komtemperori yang tradisional namun berfikiran terbuka.

Sayonara.

Faqer

Astaghfirullah. Wallhua’lam.