Ya Allah kami datang dengan sekeping hati yang kami miliki. Yang dengannya ingin kami bawa pulang kepadaMu dengan sejahtera. Kami datang dengan huluran tangan dari kami yang bernoda, berdosa. Apa yang kami miliki selain dari ini ya Allah…
Ya Allah, kami tahu benar diri ami ini siapalah di sisi Mu ya Allah..benar-benar diri kami ini sentiasa di dalam keadaan lupa dan lalai. Terheret dengan tipu indahnya dunia. Terkadang kami mencintaiMu, terkadang kami memilih dunia. Tika itu; waktu itu benar-benar kami tertipu!
Ya Allah, kali ini kami datang padaMu. Dengan hati yang menjerit pedih, dengan hati yang menangis hiba. Dengan luka yang dalam dan tajam. Yang telah berdarah kembali.
Tida pernah kami putus asa dengan RahmahMu ya Allah, kerana dengannya kami bernafas dan hidup..Namun kali ini kami menghadap lagi dengan hati dan jiwa kami.
Memohon harap dan memanjat doa..Kerna Ya Allah, Engkau berjanji itulah senjata kami. Pada waktu ini apa lagi yang kami miliki..
Ya Allah..kami melihat mereka dari sayup mata sejak dahulu..Sering atma ini menjerit pilu. Mata ini menumpah air. Kadang-kadang kami terlupa mereka di sana. Yang kami patut merasa pedih mereka sentiasa. Kerana kami di sini senang-senag belaka,
Ya, Allah. Kagumnya kami pada anak-anak kecil di sana..Kekuataan apakah yang Engkau beri pada mereka? Mereka melempar baru lantas ketakutan bertempiaran lari tentera Zionist itu? Pernahkah kalian melihat ketegaran sedemikian rupa.
Andai tidak pernah kalian melihat keberanian anak-anak kecil; Di sana di bumi berdarah itu kalian akan dapat melihat lentera kekuatan bergemerlapan. Mereka susah, namun merea tekal..Mereka dihidang dengan ketakutan namun menjadikan mereka berani. Mereka ke sekolah dengan tidak tahu apakah mereka akan kembali. Namun mereka tetap pergi. Pernahkah kalian melihat keberanian yang sedemikian?
Mereka melontar batu tanpa gentar, ibarat kuda perang di pasir yang panas. Walau nyawa merea tiada makna buat dunia. Yang seandainya punya 100 nyawa sekalipun, kesemuanya akan dirampas, namun mereka tiada berputus asa..Kehilangan adalah sesuatu yang mesti bagi mereka,, Tanah Hebron, tempat tentera Laknatullah menerjah berpuluh tahun dahulu, menjadi saksi biadapnya mereka.
Andai sahaja, anak kecil yang kita belai, jaga, disuapkan makanan, yang dimandikan sejak berumur seminngu, yang kita sabar rengek tangis, diseksa begitu sahaja. Adakah kita akan berdiam diri.?!
Oh,tentu tidak, biar langkah mayat kami dahulu andai kalian mahu menyusuk derita kepada mereka!. Mereka itu belahan jiwa kita. Dengan kasih kita tatang, tiada berbelah bahagi.
Lantas, begitu juga mereka di sana. Mereka itu saudara kami juga. Kalian yang celaka anggap nyawa mereka lebih hina dari binatang. Nyah lah kalian dari bumi itu!
Kami punya senjata yang tiada sehebatnya di dunia. Doa dan solat.. Namun kami percaya, dengan sesuatu yang terancang kemenangan akan datang. Nyawa yang tida berdosa akan berbayar. Kami akan mengatur stategi dengan sabar.
Kami punyai senjata pasti lebih mapan. Solat malam yang kalian tidak dapat tangini kehebatanya. Qunut Nazilah yang diajar Rasulullah. Nah! Ini bukan yang kalian takuti…
Bila kami menghadap Allah, pada detik mereka yang lain di alam mimpi, yang menjanjian kekuatan Ruhaniyah yang tinggi. Yang pada watu itu , masa yang paling dikabuli doa..Kalian akan terpisat ketakutan andai pertolongan Allah menjadi terbukti pasti.

Kalian tunggu sahaja. Masanya akan tiba, kami percaya. Malah kami tidak pernah ragu..kalian kenyang dengan darah-darah kami. Yang kalian akui, andai kalian boleh menghirupnya kalian akan hirupi…Namun kami tidak akan berdiam diri..Itu yang pasti..
Saudara-saudara kami di sana, biar kami seka air mata yang membasahi dengan ingatan yang tidak akan mati, dengan janji Allah yang pasti. Yang telah pergi, mereka bahagia. Burung hijau. Itulah mereka. Jangan sesekali kecewa. Janji Allah itu benar
Ketika Salahuddin al-Ayubi membuka Baitul-Muqaddis tanpa darah, kami gembira.Jerih tentera- Allah itu berbayar. Kami pahatkan juga..
Kata-kata Saidina Umar al-Khatab.,pemisah haq dan batil yang kami cintai..
" Kelebihan kuffar dengan kita adalah dengan kekuatan ruhaniyah dan taqwa kita. Andai ita tiada taqwa, maka kita lebih hina dari mereka, Kerana mereka mempunyai senjata yng lebih hebat dari kita.

Percayalah, wahai anak-anak kecil di sana. Kami kekanda-kekandamu di sini, sentiasa merasa sengsara kalian. Kalian meangis kami jua menangis, kalian marah kami marah. Kalian terseksa, kami juga turut rasa pedihnya ia… Kerana kita memohon perkara yang sama. Menghadap langit yang satu.
Seorang penguasa Yahudi telah berkata: " Kalian pasti tidak akan dapat menumbangkan kami, selagi kalian tidak memenuhi masjid pada waktu Subuh seperti mana penuhnya masjid pada waktu Jumaat."–>kerna solah jemaah di masjid pada waktu subuh adalah lambang tegar Mu’min sebenar.