April 21, 2008

Allahu, Allahu

Allahuakbar

Rasulullah saw bersabda "Seseorang yg tiada mempunyai sebarang ayat (Al-Quran) pun dalam hatinya adalah umpama sebuah rumah yg kosong" (riwayat At Tarmizi)

Rasulullah bersabda "Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yg dirosakkan oleh air." Seorang sahabat telah bertanya "Apakah caranya untuk menjadikan hati itu bersinar kembali?" Jawab Rasulullah "Banyakkan mengingati maut dan membaca Al-Quran." (riwayat Baihaqi dari Ibnu Umar)

Saya ingin menulis puisi, namun ketandusan idea. Kebelakangan ini jiwa dan ruh saya terbang ke tanah sahara. Ke bumi anbiya’. Rindu kepada bumi kinanah dan para ilmuan Islam. Hampir sahaja Allah hilangkan segala nikmat dan kelazatan berjalan padaNya. Namun kerana DIA Maha Besar, maka masih saya di sini. Masih. Andai tidak kerana simpati dan kasih sayangNYA, sudah tertinggal saya sendiri. Oh! Tidak sanggup. Segala milikMu. Aku, tiada apapun. Sudah lama tidak menhgadiri hadhrah zikir, namun mendengarnya sahaja moga-moga hidup hati ini. Amin Ya Allah.

Di atas latar merah baru ini, saya nukilkan kisah sufi terkenal Zun Nun Al Misri dgn seorang pemuda. Moga hati kita yang keras dengan kesibukan dunia hingga susah mencari masa bermesra dengan zikrullah akan lembut dan basah dengan kisah para Salaf Soleh ini.

Imam As-Sya’rani r.a.: "Seseorang itu selalunya, mengingkari apa yang dia jahil tentangnya"

Dalam khazanah kisah-kisah Sufi ada diceritakan tentang seorang pemuda yang begitu lantang mencemuh tokoh sufi Zun Nun Al Misri dan tarikatnya. Sesudah si pemuda puas memperlihatkan kebenciannya, Al Misri mencabut cincin daripada jarinya dan berkata, "Bawalah cincin ini ke pasar, gadaikanlah dengan harga satu dinar saja"
Pemuda itu hairan, namun cincin itu diterimanya jua dan dibawa ke pasar. Dia menawarkan kepada para pedagang, dari penjual buah sampai penjual makanan. Tiada seorang pun melirik apatah lagi tertarik. Lalu dengan wajah hampa pemuda itu kembali kepada Al Misri dan berkata, "Engkau membohongiku, cincin ini tidak berharga"

Jawab Al Misri, " Jangan marah dulu, sekarang juallah cincin itu kepada ahli permata. Tawarkan seribu dinar."

Tentu saja pemuda itu menjadi gusar. tapi rasa ingin tahunya membuatkan dia menuruti perintah ahli sufi itu. Sungguh menghairankan, ternyata para pedagang permata berebut untuk membeli cincin itu. Pemuda itu merasa takjub dan bergegas menemui Al Misri dan berkata " Mereka bersaing untuk membelinya."

"Nah." kata Al Misri. "Orang tidak akan mengetahui suatu benda berharga atau tidak jika ia belum mengenalnya. Bagaimana mungkin kamu berani mencaci para sufi dan ilmu tasauf, jika kamu belum mengetahui isinya? Pelajari dulu baik baik, barulah tentukan pendapatmu. Itulah sikap orang bijak."

Selalu-selalu saya terfikir, mengapakah jasad dan diri kita masih angkuh kepada Pencipta Alam. Bukankah segalanya datang daripada Allah. Kalau kita cantik, tampan, bijak, berjaya, kaya bukankah semuanya datang dari Allah? Kalau kita cinta kepada ilmu, ulama’ bukankah Rahmah dari Allah juga. Perasaan rindu kepada perkara akhirat, kepada para sahabat-sahabat dan tabieen semuanya bukan dari kita. Bukan sesuatu yang patut kita banggakan dengan mengatakan ianya hasil usaha kita. Tidak. Semuanya datang dan kesan dari pemberian DIA yang MAHA PEMBERI. Kita berdoa, DIA memilih. Kita berusaha, DIA menetapkan. Setiap zarah, inci nikmat yang Allah beri segalanya kepunyaan DIA. Tidak satupun dapat kita sandarkan pada diri kita. Kalau kita ke arah yang lebih baik, rendahkan lah diri dengan hanya melihat Allah. Kalau diri ditimpa musibah juga lihatlah pada Allah dan rahsia jua hikmah ujian ditimpakan kepada Allah. Banyak-banyakkan berdoa dan sentiasa memandang kepada zat yang Maha Agung. Pada kelemahan diri dan nafsu yang sentiasa membawa  kepada kemurkaan Allah, pintalah agar Allah memimpinnya dan jangan biar kita tertipu dengan diri sendiri, dunia dan nafsu. Di bukakan pintu makrifah dan mengenal Allah. Dalam dunia dan dalam diri kita  tiada satu apa pun jua yang datang dari kita. Doa ini, doa  yang dibaca Saydatuna Aisyah r.a satu hikmah yang harus diamalkan selalu:-
 
" Allahumma Aslihlana Sha’nina WalaTakilna Ila Anfusina Torfata ‘Ayunin " 
 


Di suatu malam dari malam-malamku
Aku tidak tahu apa yang menimpa diriku wahai tuhan
Kegelapan memenuhi diriku wahai Tuhan

Bumi dan Langit dirasakan sempit
Dan hatiku tidak menjumpai cahaya
Dan air mataku sentiasa mengalir wahai Tuhanku

Aku ingkar dan dosa-dosa besar
Dan sesungguhnya aku dalam kesedihan yang amat
Dibelenggu oleh dosa-dosa, wahai Tuhan

Dan adakah layak keampunan buat orang yang berdosa?
Orang yang sentiasa dalam noda, Wahai Tuhan

Engkau yang menjadikanku
Mengasihiku dan mengurniakanku rezeki
Wahai Tuhan, Engkau selalu bersama-samaku
Tetapi aku jauh daripadaMu
Dan aku berjalan pada jalanku Ya Allah

Dan pada hari ini wahai Tuhan, aku kembali
Daripada kegelapan di belakang batasan-batasan agama
Dan hatiku kecewa dan jalanku bingung
Dan aku telah tenggelam tetapi aku tidak menyedari
Tiada penyelamat bagiku melainkan Engkau
Tiada penyelamat dan tiada penyelamat melainkan Engkau
Wahai Tuhanku.. Wahai Tuhanku…

Excerpt from asbestosnabil.blogspot.com and darwisy.blogspot.com

April 7, 2008

Busying Correcting Others II

 

“Al-Ghazali says: “A diligent seeker of truth may be compared to one who is looking for his lost camel. It would be immaterial for him if he or another person should be the one to find it.”

I have posted an entry of " Busying Correcting Others " previously and this is my second one. How this is really for myself. 

This morning, inside the LRT trains, I noticed something unusual that I never I encountered before. Well maybe it’s just me. It is about an Indian man in the train. A professional and sleek looking man whom when the train passed by a church he did a sign in his chest.  A usual Christian sign. Suddenly I feel amazed. Not because of the sign itself but by his actions and  his awareness towards his belief. It has made me reflect on my own self and Muslims in general. How many of us as a Muslim who believe in Almighty God will remembered Allah whenever we see a mosque? It will be to much cliche if I ask how many times we remembered HIM in our everyday life by doing dzikir in our hearts every single minutes. With the up roaring entertainment outburst out there  and we are busying correcting and talking about others we rarely have a time to reflect on our own selves and looking deeply inside our own soul to do a reflection of our own desire.

It is never a hard question but it is surely a hard question to be answered.  Even for me. It goes the same for the Fitna’s controversial issue that have been brought up lately. We love Allah and HIS Prophet of course. There is no doubt about it despite our flaws as a sinful servants but we hope to be with Allah and Rasulullah saw in the heaven ( on God willing , isnhAllah ) but rather than get angry with the person who have create the provocation we better look upon our own self first. Being sensitive wise in religion issues is a must but not in a wrong way. Absolutely a no no. As Sheikh Suhaib Webb posted a noteable advice by Sheikh Hussain Abdul Sattar. (Oh My! How I love his talks!) "It is time for Muslims to stop burning flags, and start burning their desires"

Also Sheikh Abdul Sattar mentioned:

" It is time for the Muslim to be a self-determined, educated, citizen of humanity and of Islam. Someone who’s character aims to mirror the Prophetic character. It is time for the sisters to put down their mascara and their foundation, and the brothers to put down the Nintendo Wii and XBOX controllers, and stand up and become men and women, and stop being boys and girls. It is time for for them to become self-determined individuals, who understand that the honor of this Deen and its Ummah, can only be given by Allah, but they must work for it. Allah says:

“God will not change the condition of a people, until they change what is within themselves.” (13:11)

It is time to stop burning flags, and start burning desires.

Stop yelling in the streets against people who are overjoyed at your anger, and whisper to Allah who will become overjoyed at your prayer.

Stop breaking, burning, and screaming.
Start building, learning, and calling.

 

O mankind, We created you from a single pair of a male and a female and made you into nations and tribes that you may know each other [49:13].

 
On the side note, it goes the same with the burning issues in our country. We can be responsive and ask peoples to respect every belief but we can’t blame others on their misunderstanding about Islam. What we should do is keep showing a good behaviours and explaining the issues and real Islam in a wise, diligent, ethical, constructive and rational way. Not the other way around. Well boycotting Dutch products is another issue and I have my own opinion based on what I have learn from the prominent scholars, books which I read from an Economic Al-Azhar lecture that based upon a solid research, my humble knowledge in Usul Feqh as well our own concise. I have to say, I will boycott it but only in a period of time just to sent a message to their government of the very unwise action of  provocation by one of their parliament member.
 
" Invite all to the way of your Lord with wisdom and beautiful preaching and argue with them in ways that are best and most gracious [16:125]

 

Oh, by the way I can’t resist but to post this nice poem that already has been post in Darwisy’s blog. I really miss his entries!

Sidi Abu Bakr Siraj-ad-Din aka Martin Lings was one of the profoundest writers of the last century. His works are treasures of both meaning and form,that is to say, what he says and the way that he says it. Amongst the lesser known of his works is his Diwan of verse called quite simply Collected Poems.

In a poem titled Self-Portrait he says remembering the bayt-ar-Ridwan:

When half a thousand years and more
Had passed, and men allegiance swore
To the Arab Prophet, beneath the tree,
My willing hand was still not free
From bonds of time and space to be
Between his hands in fealty.

Such blessings missed, time was when I
Within myself would wonder why,
Half quarrelling with the book of fate
For having writ me down so late.
But now I no longer my lot
Can question, and of what was not.
No more I say: Would it had been!
For I have seen what I have seen,
And I have heard what I have heard.
So if to tears ye see me stirred,
Presume not that they spring from woe:
In thankful wonderment they flow.
Praise be to Him, the Lord, the King,
Who gives beyond all reckoning.


( Collected Poems, Archetype, 2001 )

March 19, 2008

A Human Soul

My Soul, where have you been all this while…

Allah, the Human Soul, and Desire (Selection from the Harvard Suhba)

The entire universe was created for the sake of this secret within you, but this secret within you was created for Allah, and no one else besides…the proper way [to loftiness] is by submitting to Allah alone. 

Like a pencil I am…

A pencil maker told the pencils 5 important lessons. 1st: Everything you do will always leave a mark. 2nd: You can always correct the mistakes you make. 3rd: What is important is what’s inside you. 4th: In life, you will undergo some painful sharpening which will make you a better pencil. And lastly, the most important is; in order to be the pencil you can be, you must allow yourself to be held and guided by the Hand that holds.

Keranamu Ya Rasulullah

Allahumma Solli ‘Ala Muhammad!

MAJLIS HADITH SEMPENA MAULID NABI S.A.W :

TARIKH    :    22 MAC 2008 ( SABTU - bermula 3.00 ptg ) 

TEMPAT   :     MADRASAH  AL HASANIAH 

                      KG BUKIT SEMBILAN,                                              

                      KM 35 JALAN SEREMBAN-TAMPIN

                      71350  K0TA    NEGERI SEMBILAN             

            Dengan nikmat Allah swt , pada tahun ini Yayasan Sofa Negeri Sembilan (YSNS)Sayyiduna Muhammad sawUstaz Muhammad Fuad bin Kamaludin al Malikial Allamah al Muhaddith Dr. Mahmud Said Mamduh al Husaini menyambut secara besar-besaran majlis Maulid Rasul Teragung, dengan menghidupkan konsep penghayatan Hadith Nabi. Bagi menjayakan majlis kelahiran insan terbaik Nabi Muhammad saw Penasihat YSNS, berusaha mempersembahkan majlis terbaik dengan berbesar hati menjemput gurunya, seorang pakar hadith pada zaman ini, bagi memberikan pengisian yang terbaik dalam majlis tersebut. Semoga kehadiran beliau lebih memberkati dan melimpahkan fuyudhat ke dalam majlis yang akan dilangsungkan.

            Dalam majlis ini, beliau akan membaca kitab hadith karangan Mufti Syafi’i di Makkah al Mukarramah, al Imam al Allamah al Musnid Syeikh Muhammad Said Sunbul al Makki (wafat 1175 H) yang bertajuk al Awail al Sunbuliyyah, yang mengandungi 43 buah hadith terawal dari 43 buah kitab hadith, dan seterusnya berkenan untuk mengijazahkannya. Menjadi tradisi di Makkah al Mukarramah kitab ini dibaca dan mula-mula diijazahkan sebelum pembacaan dan pengijazahan kitab-kitab yang lain.

             Beliau juga berkenan untuk mengijazahkan hadith Musalsal Memakai Tasbih yang dikenali dengan Musalsal Munawalah al Subhah. Semoga kaum Muslimin dan Muslimin tidak melepaskan peluang keemasan mengutip segala kebaikan, nafahat dan barakat demi meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.

TENTATIF SAMBUTAN :

3.00 ptg   :   Pembacaan dan Pengijazahan Hadith dari kitab al Awail al Sunbuliyyah

                   Oleh :  al ‘Allamah al Muhaddith Dr. Mahmud Said Mamduh al Husaini

4.23 ptg   :   Solat Asar 

              :   Pengijazahan Hadith Musalsal bi al Subhah

                   Oleh :  al ‘Allamah al Muhaddith Dr. Mahmud Said Mamduh al Husaini

6.30 mlm  :   Minum Petang

7.24 mlm  :   Solat Maghrib

              :   Bacaan Maulid al Daiba’ei

8.32 mlm  :   Solat Isya’ 

              :    Ceramah Maulid Nabi SAW

                   oleh   :   al ‘Allamah al Muhaddith Dr. Mahmud Said Mamduh al Husaini

10.00 mlm :   Makan malam dan bersurai 

PENGENALAN RINGKAS :

AL ALLAMAH AL MUHADDITH DR. MAHMUD SAID MAMDUH AL HUSAINI

         Beliau merupakan seorang ulama’ terkenal di Mesir yang lahir pada 10 Mac 1952. Bermazhab Syafi’i dan berpegang dengan aqidah yang digariskan oleh Imam Abu Hasan al Asy’ari. Beliau juga adalah seorang ulama’ Ahli Sunnah pada hari ini yang banyak mempertahankan aqidah Ahli Sunnah dari serangan musuh-musuh.

        Beliau telah berjaya memperolehi Ijazah Kedoktoran dari Universiti Muhammad ke-V Ribath pada tahun 2005 dan telah mempelajari ilmu syariat dari ramai ulama’. Di antara gurunya yang terkenal ialah:

Maklumat lanjut di http://yayasansofa.blogsome.com

January 19, 2008

Siapakah Diri Ini

 Picture by Thomas Hawk on Flickr

*This picture is not associated withthe siteowner but the title of this picture immensly has a deep meaning with the entry above.

" The Signal’s Lost We Both Agree, Hopeless Sense of Isolation. So Very Clear to See."

Siapakah diri ini?

“Tidak ada sesuatupun yang lebih dekat
kepadamu selain dirimu sendiri;
jika kau tidak memahami dirimu,
bagaimana kau bisa memahami orang lain?

Kau mungkin berkata, ‘aku memahami diriku’,
tetapi kau salah!

Satu-satunya yang kau ketahui tentang dirimu,
hanyalah penampilan fizikalmu.

Satu-satunya yang kau ketahui tentang ‘nafs’mu (jiwa),
adalah ketika kau lapar kau makan,
ketika kau marah kau membuat keributan,
dan ketika kau termakan bara nafsu, kau bercinta.

Semua binatang memiliki kesamaan dengan dirimu
dalam hal ini.

Kau harus mencari kebenaran di dalam dirimu..

.. Siapa dirimu?

Dari mana datangnya dirimu, dan kemana kau akan pergi?
Apa perananmu di dunia ini?
Kenapa kau diciptakan?
Di mana kebahagiaan sejatimu berada?

Jika kau ingin mengetahui tentang dirimu,
kau harus mengetahui bahwa kau diciptakan dari dua hal.

Pertama adalah tubuhmu dan penampilan luarmu (zahir)
yang dapat kau lihat dengan matamu.

Bahagian lainnya adalah jiwamu.

Jiwamu adalah bahagian yang tidak bisa kau lihat
tetapi bisa kau ketahui
dengan pengetahuanmu yang dalam.

Kebenaran akan eksistensimu ada di dalam jiwamu.
Hal lainnya hanyalah pengabdi bagi jiwamu.”

- Imam Al Ghazali


:: Dikutip dari buku Imam Al-Ghazali,
berjudul Kimiya’e Saadat : “The Alchemy of Happiness”.

:: Foto

*Credits to surrender2god.wordpress.com

____

*Entri kali ini merupakan perkongsiaan daripada salah seorang Tetamu di laman blog ini. Oleh kerana tuan rumah merasakan ianya memberi manfaat kepada semua ( InshAllah ) dan memberi makna yang mendalam dalam kita mencari hakikat diri maka diletakkan di ruangan entri kali ini. Terima kasih kepada saudara/i Tetamu di atas perkongsiaan ini di bawah entri " Secawan Kopi Di Awal Tahun ".

" Hanya dengan mengenal dirimu maka kamu akan mengenal TuhanMU "

January 14, 2008

Secawan Kopi Di Awal Tahun

 

 Photo by

 

DI ANTARA KOPI DAN>AND JAVABEANS

Tahun hijrah bertambah sepantas mata mengerdip, setangkas pedang menghunus, dan sekilat petir menyambar. Hijrah secara teori dan praktikal Junjungan Besar s.a.w telah dijelajahi. Namun tanpa sedar produksi Muslim sekarang disuntik fenomena jahiliyah moden dari setiap sudut. Ianya berakar dan mungkin subur dalam jiwa-jiwa kita sendiri. Mungkin.

Tahun- tahun yang berlalu memberi satu kebangkitan baru dalam diari pemuda-pemudi Islam. Baik dari lapangan apa pun kita. Kebejatan pembikinan blog-blog, akaun-akaun peribadi berbentuk Friendster, Myspace, Facebook, Livejournal dan juga segala bentuk online chatting yang pelbagai menjadi satu ‘trend’ baru. Tidak kira apa juga kencendurungan pemuda-pemudii Islam samada berbentuk haraki, akademik, kesufian, ilmiah, politik, musik dan juga jurnal. Medan internet adalah lapangan hikmah buat kita gali sesuai untuk dakwah dan tarbiyah ruhiyah menggunakan kaedah penulisan yang tersendiri demi mencari hikmah mengapa kita diciptakan. Namun internat mampu mengganggu jalan kita menuju Allah ataupun menambahkan ketaqwaan kita padaNya. Usah bezakan mereka yang berada di lapangan agama atau tidak. Semuanya terdedah kepada ujian dan fitnah ini. Kita tidak berbicara tentang orang awam. Namun tentang kita. Ya, tentang alqasam dan teman seperjalanan. Tentang kita-kita. Yang diuli dengan acuan didikan Islam. ( Em, benarkah? ). Ya, teman-teman Azhariyyun.

Pemuda-pemudi kita mampu menjadi semakin tega dengan Islam juga bertambah rasa takut kepada Allah melalui internet atau semakin lalai dan jauh dari didikan dari sekolah-sekolah agama yang di hantar ibubapa. Usah bicarakan persoalan hubungan lelaki perempuan di dalam alam maya ini. Ianya seolah-seolah dipinggirkan dalam kamus kita sebentar. Jangan dibicarakan setiap individu Muslim bertanggugjawab terhadap Islam. Menjadi qudwah dan izzah dalam setiap gerinya dan tidak membawa fitnah kepada diri, dakwah dan agama.

Sebagai contoh, kita sering mengimpikan ummah yang sejahtera dan kecenderungan tertentu dalam dakwah tidak kira apa jua kaedah/uslub dakwah yang kita teladani. Namun sering kita lupa kita, seorang individu Muslim mampu memberi kesan kepada Ummah secara keseluruhannya tambahan pula jika kita dikalangan mereka yang belajar secara khusus bidang agama, melaungkan seruan atau menunjukkan kecendurangan tertentu. Tanpa sedar, kita menjauhkan diri kita dan orang lain daripada dakwah secara umum dan kepada Allah& Rasulullah s.a.w secara khusus.

BAGAIMANA IA TERJADI? 

Melalui banyak cara. Malah terdapat banyak respon dan arguementasi(?) dari kalangan orang awam yang membangkitkan konfrantasi dalam proses kelancaran tarbiyah dan dakwah di kalangan  mereka yang bergelar daie’ secara khusus atau siapa sahaja secara umum.

Muhammad AlFateh ketika melatih tenteranya pernah berkata. " Orang kuffar dibekalkan dengan senjata, kelebihan di antara kita dan kuffar adalah taqwa. Hilangnya taqwa, maka hilanglah kedudukan kita dan menjadi lebih rendah dari mereka." Begitu juga amalan-amalan fardhu, sunnah dan penjagaan hati.

Kita tidak pernah dapat bersendiri dan menyendiri. Kita punya amanah dan kitaran kehidupan. Setiap satu memberi kesan kepada yang lain.

Hidup kita merupakan rangkaian dan rantaian. Sedang lembu juga memerlukan rumput untuk hidup.

Dunia maya dan realiti berbeza namun tetap sama. Ibarat melihat cermin. Umpama meminum kopi dan memakan javabeans. Sama tetapi berbeza namun mempunyai kaitan rapat dan disiplin tertentu.

WATAK ANIME?

Kita ibarat melihat watak dalam kandungan komik atau kartun-kartun "anime". Kita mentertawakan lelucon dan aksi yang dipaparkan namun kita juga adalah watak "anime" dalam kehidupan.  

Kita tidak pernah akan menjadi islamik dengan hanya menggunkan kata ganti "ana" dalam penulisan dan perbualan harian. Kita bukanlah manusia paling bertaqwa kalau hanya menulis soal akademik dan ilmiah semata. Menulis adalah satu kreativiti. Mempunyai kaedah yang pelbagai dan tersendiri. Namun semuanya tidak lepas dari pengawalan hati dan nafsu dari dunia. Tidak hilang dari adab dan apa juga yang sinonim dengannya.

Berbicara soal perjuangan satu persoalan, namun bagaimana duduknya andai nafsu masih dibiar liar. Internet. Medan ujian besar bagi mencapai ketaqwaan bagi pemuda-pemudi Islam. Anda tidak mahu terbeban dengan tanggungjawab dan sandaran, lepaskan diri anda dari Allah. Mampukah?

Internet hukumnya harus, sesuai asal hukum yang tiada nas pengharamannya. Ia medan melebar integrasi dan kreativiti individu. Juga menjadikannya kita makin dekat atau jauh dengan Allah.

Selain itu, internet juga  salah satu bentuk " soft addiction" dan mungkin kita terperangkap dalamnya.

TALI MUJAHADAH

Jiwa kita adalah watak dalam komik "anime" yang paling lemah. Ini bukan soal tudung labuh atau kopiah. Soal "thiqoh" atau syadid. Ini soal jiwa dengan Allah. Soal setiap nafas dan gerak akan dipersembahkan. Makin banyak yang kita tahu dan belajar makin dekat kita dengan kemungkinan  seksaan dari Allah kelak. Ilmu dan musafir ilmu merupakan jalan menuju Redha Allah namun bukan tiket mendapat Redha dan menjamin syurgaNya.

" It is never about how much we learn or know, but how much we practice it with full of sincerity and complete devotion toward Allah". 

Dalam sekecil perkara dan sebesar perkara ada musuh besar akan menyerang. Lebih hebat dari watak-watak utama dalam "anime" Naruto atau Bleach.

Hingga dalam perkara baik pun ia masih bersembunyi dan ingin mengganas. Ia adalah nafsu. Musuh utama dan sangat paling mampir dengan kita. Setiap makhluk Allah tidak terlepas diuji dengan nafsu dan cinta dunia. Nafsu yang mengikat kita bukan kita yang kita mengikatnya juga cinta dunia di hati membawa kepada lemahnya jiwa dan malasnya beramal. Hati sentiasa rindu kepada dunia. Hati dipenuhi sifat-sifat mazmumah, ananiyah (ego), sentiasa merasa diri betul dan baik, sukar menerima pendapat orang lain, hasaddengki, tamak serta pelbagai penyakit hati yang lain. Kadangkala kita takut membelek hati kita sendiri.

Dan ia bukan main-main. Sekali terlepas jauh dari RedhaNya mampukah kita bernafas lagi?

Ikatlah nafsu ammarah bissu’ dan lawwamah dengan tali mujahadah, dzikir dan muraqobah dan heretlah di bahu kita hingga menjadi nafsu yang tenang dan diredhai. Bebannya berat, ya. Tersangat berat. Namun natijahnya sangat hebat dan berkesan. InshAllah.

Kita tidak pernah baik hanya dengan apa yang kita tulis atau pakaian yang kita sarungkan atau nama yang kita gunakan. Namun amal dan hati yang bersih akan dibawa dalam "dulang" persembahan di hadapan Allah. Setiap amal Fardhu dan Sunnah natijah interpertasi keikhlasan diri.

Oh ya, tuan tanah blog ini juga tidak pernah akan jadi apa-apa atau istimewa dengan menulis blog. Tuan tanah ini hanya satu zarah yang akan menjadi debu. Tuan tanah ini yang akan ditanya Allah juga tentang apa yang diamalkan, niatnya juga jiwanya. Kemana di bawa lari dan pergi.

SECAWAN KOPI 

Pilihlah sesuai menurut keutamaan, kematangan dan pendidikan nafsu. Terpenting, tidak membina ‘rumah’ dalam hati buat internet. Mencintainya dan  meletakkankan di dalam hati. Internet mampu menjadi kawan atau lawan.  

Pesan Habib Ali Al-Joofre di antara jalan mendidik diri adalah mengurangkan perkara-perkara harus. Tentu ia dengan meminimakan diri dari bersenang dengan dunia dan membentuk nafsu tunduk dengan pencipta semesta.

Kita tidak pernah dapat bersendiri. Semuanya mempunyai kaitan. Kalau ingin menjadi "aku" tidak bermakna kita mesti melupakan "dia" atau "DIA". Menjadi diri sendiri adalah perkara biasa namun menjadi diri sendiri juga memerlukan kepada "mereka" dan agama.

Dalam banyak perkara kita mungkin lupa tentang diri kita kerana sering melihat yang lain. Alqasam juga. Mungkin. Berjayanya kita menuju Allah adalah dengan sentiasa melihat diri sendiri. Dalam usaha dakwah dan tarbiyah, hati sendiri yang sentiasa perlu dicuci sering. Apa sahaja yang terjadi, adalah tujahan kepada penundukan nafsu. Hakikatnya, kita ini bukan siapa-siapa. Sentiasa melihat diri hingga nafsu menangis dan tunduk kepada iman. Melihat kepada dalam diri dan memusatkan perhatian kepada Allah. InshAllah, kita dinilai Allah melalui " Khowatim" dan bukan apa yang telah berlalu (yang disusuli taubah). Setiap dari kita adalah manusia, dan manusia tidak pernah lari dari kesilapan. Betapi ramainya abid yang kemudian cenderung diakhir usianya kepada kemaksiatan dan mati dalam kufur. Nauzubillah min zalik. Lihatlah Allah pada Maha KayaNya Dia. Lihatlah DIA, bukan pada manusia.

Petikan di bawah ini jelas satu artikel "kopi pasta". Apa salahnya kan sekali-sekala meminum minuman diperbuat dari "javabeans" bersama hidangan dari Itali. Selamat menjamu selera. Kopi minuman segar dari sebutir kacang, Seperti hidup kita juga. Asal tiada kepada ada kemudian tiada kembali dan ada kembali. Bismillah.

Bagaimana Melayari Internet Dengan Kebersamaan Allah

Tulisan Ustaz Dr Fathi Yakan

Dr Fathi Yakan adalah seorang ulamak dan pendakwah yang dikenali. Beliau adalah antara pelopor pergerakan Islam dalam tahun 50-an, berkelulusan PhD dalam bidang Bahasa Arab dan Pengajian Islam. Dr Fathi Yakan telah mengarang lebih dari 35 buah buku, sebahagian besarnya telah diterjemahkan ke dalam pelbagai bahasa.

Internet merupakan senjata bermata dua, satu pendekatan yang mempunyai dua wajah yang bertentangan; dalamnya ada unsur peruntuh dan membina, memati dan menghidup, petunjuk hidayah dan godaan. Dan cara bagaimana ia digunakan adalah garis pemisah antara keduannya.

Saya harap tidak keterlaluan jika saya katakan bahawa internet mempunyai daya tarikan, keberkesanan, mudah dicapai, dilayari dan bersifat interaktif yang menjadikan ia alat terkini dari segi kesan dan ruang cakupan. Ia melitupi bola bumi tanpa sekatan dan tandingan. Ia boleh dijadikan mimbar untuk orang Islam menegakkan hujjah keatas manusia dengan menyebarkan Islam dan menyampaikan dakwahnya kepada seluruh manusia diseluruh pelusuk alam.

Benarlah seperti firman Allah taala yang bermaksud:

Supaya tidak menjadi hujjah manusia terhadap Allah selepas kedatangan rasul-rasul.

(an Nisa’ 165)

Dan firman maksudnya:

dan begitulah kami jadikan kamu umat pertengahan supaya kamu menjadi saksi kepada manusia dan rasul menjadi saksi keatas kamu.
(al Baqarah 143).

Walaubagaimana pun kita sepatutnya mengetahui bahawa internet dipenuhi dengan segala jenis unsur yang rosak dan merosakkan dan syaitan jin dan manusia memuatkan rangkaian ini dengan berjuta-juta laman yang canggih dan cekap dengan seni mempedaya dan menyesatkan satu perkara yang tidak diterima akal dan sukar digambarkan.

Satu kajian yang disiarkan oleh majalah Time menunjukkan bahawa bilangan laman seks mencecah angka 650 juta laman pada tahun 1998 dan dianggarkan akan sampai 8 bilion pada tahun 2002. Salah satu laman ini memiliki 300,000 gambar lucah dan telah dihantar sebanyak lebih satu bilion kali.

Manakala dari sudut perniagaan, satu kajian menunjukan bahawa sejumlah pembelian bahan lucah melalui internet mencecah 18 bilion dolar. Ini mendorong pengkaji Steve Waters berkata dalam komentarnya terhadap betapa besarnya bencana ini: "biasanya pelayaran internet bermula dengan cuba-cuba, kemudian ia berlarutan menjadi penagihan dan disertai dengan kesudahan yang sangat merbahaya".

Semua itu perlu diletakkan dalam perkiraan apabila berbicara tentang internet, melayarinya dan berintraksi dengannya.

  1. Sesaorang yang ingin melayari internet wajar membersihkan niat dengan betul dengan menetapkan terlebih dahulu tujuan sebelum memasukinya.
  2. Mereka yang melayari internet sebagai alat untuk berhibur akan lupa diri dan tanpa disedari terheret ke pada kamatianya dalam keadaan ia tidak menyedarinya.
  3. Kemudian duduk dihadapan internet dalam tempoh yang lama akan mensia-siakan pusingan hidup seluruhnya. Mereka akan mengabaikan tugas dan tuntutan untuk mendapat kebahagiaan di dunia dan akhirat. Inilah kerugian yang nyata.

Disamping ia juga akan menyebabkan kehilangan daya tumpuan dan menyebabkan akal bercelaru.

Adapun apabila kita melayari gelombang internet yang ganas dalam laut yang gelap dan dalam keadaan ditemani Allah bererti kita hidup dengan kebersamaan ini dalam setiap suasana, urusan, kondisi dan setiap masa.

Rasa kebersamaan ini bukan suatu yang boleh dipinjam-pinjam atau direka-reka… kerana itu, ia bukan datang dan pergi sebaliknya satu keadaan yang tetap terus berkembang tanpa kurang atau surut.

Merialisasikan kebersamaan ini seseorang perlu mengekang nafsunya daripada hawa dan penyesatannya. Hawa harus ditolak dan nafsu sepatutnya dibimbing untuk menaiki tangga kesempurnaan, meninggalkan kealpaan, mengalahkan waswas dan mengatasi ajakan-ajakan syahwat. Kemudian dengan memelihara keberterusan "muraqabah" dan "muhasabah" serta mengekang nafsu dengan keazaman dan dipaksa dengan pekerti dan akhlak yang mulia, apa lagi dizaman yang penuh dengan fitnah dan keajaiban ini.

Seperti yang pernah diberi amaran dan ingatan oleh Rasulullah s.a.w secara khusus mengenai zaman tersebut di mana orang yang siuman menjadi bingun, perkara makruf menjadi mungkar dan mungkar menjadi makruf sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w yang bermaksud:

apabila dunia hampir kiamat akan berlaku fitnah seperti potongan malam yang gelap, fitnah seperti kepulan asap, dalam situasi itu hati manusia akan mati seperti matinya tubuh badan mereka, mereka beriman pada pagi hari dan kufur pada waktu petang, beriman pada waktu petang dan kufur pada waktu pagi antara mereka ada puak yang menjual akhlak dan agama mereka dengan habuan dunia.
(hadis riwayat Ahmad)

Kita berdoa kepada Allah supaya memberikan kita kesihatan dan berterusan dalam keadaan afiat serta bersyukur dengan afiat tersebut. Kita mohon dari Allah kebaikan masa dan kebaikan mereka yang hidup pada zaman ini. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan zaman dan kejahatan mereka yang hidup pada zaman ini. Allah maafkanlah kami, ampunkanlah kami, perelokkan kesudahan kami dan pastikan pada waktu kematian kami, kami sedang melakukan kebaikan dan amal soleh.

By  

( Mari sama-sama kita minum Kopi Radix HPA ) 

Salam Maal Hijrah 1429 Hijrah, Kullu ‘Am WaNahnu ilAllahi Aqrabu ( Semoga setiap tahun makin kita dekat denganNya) InshAllah.  Sama-sama kita mendoakan keselamatan buat adik Sharlinie yang hilang. Moga beliau sentiasa dalam pemeliharaan dan jagaan Allah sentiasa. Untuk maklumat lanjut di sini dan di sini

* Artikel & Audio berkaitan :

1) Di Muntalaq untuk di download.

2) Intim Tanpa Cinta 

3) Sepinggan Dosa Berulama Pahala

4) Cinta Oh Cinta 

5) Matlamat Sahaja Yang Besar? 

6) A Competition Of Attraction oleh Syeikh Husain Abdul Sattar (Sacred Learning )

Nota kaki yang tiada kaki

Mungkin entri kali ini berbaur ‘garang dalam kehalusannya’, namun sasaran pembacanya adalah tuan site ini sendiri serta sahabat-sahabat yang berjalan di jalan yang sama. Mungkin kadang-kadang kita perlu menggarangkan diri kita apabila melihat betap banyaknya lelaki Mu’min tergoda dengan wanita dan internet di luar sana dan betapa ramai wanita yang kian giat mencambahkan benih-benih zina hati dalam hati lelaki. Atas nama, entahlah. Lelaki Islam di akhir zaman makin culas dalam ibadah dan dakwah. Wanita Islam pula makin lemah jiwa mendepani mehnah. Aduhai dunia, bagaimana diharapkan terbangkit semula tamadun Islam dengan jiwa yang kacau dan minda yang haru-biru!

Kita diserang dengan virus mengambil mudah dan bersenang-senang dengan internat. Yang amat dan terlalu, kadangkala. Ubudiyyah dan dakwah? Bukan sekadar retorik. Mu’min yang tidak banyak ilmunya namun beramal lebih dicinta Allah dari mu’min yang besar ilmunya namun sebaliknya yang berlaku. Allah Lebih Mengetahui. Semoga Allah mengampunkan dosa-dosa kita samada sedar atau tidak, sengaja atau tidak, akan datang atau yang telah lepas, dan apa yang lebih Engkau ketahui tentangnya.

Kita tidak menggunakan penfasiran bersifat tekstual dan robatik juga bukan ingin bersikap Holier than Thou. Bukan tentang ini atau itu tidak boleh. Bukan tentang taqwanya seseorang dengan dia begini atau dia begitu. Redha Allah sifatnya Qadim. Ramai yang beribadah namun akhir hayatnya berada dalam murka Allah. Namun kita berbicara soal hati  yang selalu dibicarakan natijahnya. Ya, tentera jasad dan ruh kita. Cermin kepada mengenal Allah.

" Dinaqalkan Sheikh Ali Juma’ah juga melarang hubungan ajnabi di alam maya ( yang bukan dalam lingkungan perkara syarie ) ". Sheikh Ali Jum’ah merupakan ulama’ komtemperori yang tradisional namun berfikiran terbuka.

Sayonara.

Faqer

Astaghfirullah. Wallhua’lam.

December 17, 2007

Zikir

Zaytuna

Ya Allah,

Dunia ini berat ringankanlah ia

Ya Allah,

Dosaku banyak ampunkah ia

Ya Allah

Penyakit hatiku parah sembuhkanlah ia

Ya Allah

Zikirku jarang-jarang dawamkan lah ia,

Ya Allah

Hatiku sibuk, sibukkanlah ia dengan zikir padaMu

Ya Allah

Jiwaku hilang, hadirkanlah ia

Ya Allah

Jasadku beku, siramkanlah ia

Ya Allah

Aku ibarat berjalan tanpa ruh, pengsan dalam dosa dan kelalaian. Biar aku, syughul dalam keEsaanMu, pandanglah aku ya Rabb..Jangan tinggalkan aku. Ya Allah, mati itu syarat menemuiMu bilakah hadirnya ia?*

* Kita tidak digalakkan meminta kematian, namun puisi ini mengandungi makna yang lebih mendalam. Moga dibaca dengan bahasa jiwa.

December 3, 2007

Sebuah Ceritera Cinta Klasik II

Seni Kehidupan Dot Com

Cinta itu Sifat. Sifatnya Fitrah. 

Ini bukan falsafah cinta. Ini juga bukan cinta biasa; Cinta antara dua manusia. Bukan juga cinta luarbiasa. Namun terhimpun apa yang terjeda di antara keduanya. Cinta fitrah manusia yang berasal dari  natijah cinta kasih Allah. Rahmah RahimNya. Cinta fitrah yang tiada bahasa dan suara. Ianya sekadar ceritera sebuah cinta klasik himpunan rasa cinta dalam jiwa manusia. Sebuah kisah yang selalu dilupa-lupakan manusia. Bukan BERCINTA tetapi merasai cinta.

Cinta itu misteri.

Cinta itu unik.

Cinta itu ungkapan yang sering diluahkan di wajah dunia.

Cinta itu universal.

Cinta melepasi segala penaksiran dan penakulan.

Cinta merupakan  naluri perasaan yang bersifat alami berada dalam sanubari insan anugerah Allah Pencipta cinta.

Cinta membatasi segala apa yang ada di sekeliling. Ibarat angin. Kita terasa lembut sapaannya, namun kita tidak melihatnya. Cinta alami. Tanpa berhajat kepada sesuatu dan mengharapkan balasan. Ibarat bayu. Kita merasa alurnya namun kita tidak mampu menyentuhnya.

Kita mungkin menyintai saudara satu darah bani Adam kita yang berada di benua yang berbeza tanpa pernah mengenalinya. Kita mungkin menyintai anak kecil yang menderita tanpa pernah melihatnya. Kita mungkin menyintai manusia bangsa lain atas dasar kemanusiaan tanpa mempunyai apa-apa kaitan dengannya. Kita mungkin menyintai saudara seagama tanpa pernah berbicara dengannya.

Mungkin juga kita merasa cernaan rasa cinta dalam jiwa dari Allah tanpa kita punya sesiapa untuk dicinta. Walaupun manusia itu hanya seorang ‘homeless people’ yang tinggal di kaki jalan, yang pakaiannya lusuh, jiwanya keras dan makanannya hanya lebihan.

Terutama kita menyintai Para Sahabat Baginda Nabi s.a.w yang mendengar nama mereka sahaja, meggetarkan dada.

Cinta Allah dan RasulNya? Tiada kalam.

Semuanya terbit dari jiwa yang menerima percikan sifat mulia; ar-Rahim Allah yang besifat tulus. Andai bebas dari tuntutan nafsu dan kepentingan peribadi merupakan sesuatu yang mahal harganya. Bebas dari nafsu yang bertentangan dengan aturan Allah, jua bisikan syaitan, tuntutan dunia dan tanpa mengharapkan balasan. Ianya terbit dari Allah dan mendiami jiwa tanpa perlu kepada sandaran. Mulianya perasaan fitrah itu apabila dkembali kan rasa itu kerana Allah dan untuk cinta Allah juga. Cinta Agung.

Pembebasan dari selainNya dengan menerima perasaan cinta fitrah kurniaan Allah kepada makhlukNya. Hanyasanya untuk memberi keamanan kepada rohani, ketenteraman kepada ruh dan kesejahteraan sesama insan. Cinta ia diam di situ. Di dalam hati. Tanpa perlu kepada selainnya. Suatu kurniaan yang bersifat alami. Cinta yang terbias melebihi dari zahir alam dan makna. Cinta yang asal dari Allah, Maha Kekal dan Kasih sifatnya.

Yang cintaNya andai dihimpun segala cinta di dunia tidak dapat dibandingkan sedikit pun.

 

Di ceduk dr blog k.sarah

October 23, 2007

Tinggalkan sifat keakuan

 

Setiap dari ciptaan Allah merupakan hasil tajalli dr sifat Allah. Allah bersifat Rahim jesteru dipercikkan sifat Rahim itu kepada ibu. Allah bersifat Jamal jesteru diberi jamal kepada ciptaannya gunung-ganang, sungai, bunga dan manusia. Setiap dari kejadian, ciptaan, kedukaan, kegembiraan, kebahagian yang diberi dan dujia Allah kesemuanya mengandungi rahsia dan hikmah ilahiyyah. Allah mencipta dan memberi segalanya supaya kita mengembalikan semuanya kepada Allah. Kembali kepada keEsaannya. Menyelongkar rahsia dan hikmah kehambaan kepada Allah.

Sepertimana solat terawih 8 rakaat dan 20 rakaat bilangan bukan isunya kerana keduanya telah ditunjukkan oleh SalafunaSoleh namun the essence and the journey ubudiyyah kita, hingga kita berjaya menanggalkan keakuaan kita dengan hanya melihat keagungan dan keEsaan Allah dan menikmati keindahan beribadah denganNya dengan merasakan kehinaan kita sebagai hambaNya. Hingga bukan bilangan rakaat yang dikira dan dirasa namun nilai ubudiyyah dengan hanya melihat kepada keagungan Allah dirasa.

 

Segalanya milik Allah. Kita tidak punya apa dan tidak memiliki apa. Diri kita adalah milik Allah, jesteru segala apa yang terjadi juga seharusnya kita kembalikan kepada Allah dengan membawa kita berfikir akan hikmah Ilahiyyah di sebalik semuanya. Tanpa kita sandarkan kepada diri kita sedikit pun.

Setiap apa yang kita rasai dan alami juga merupakan tujahan tarbiyah Allah terhadap sikap keakuan dan nafsu kita. Kepedihan kita, kesakitan yang kita alami merupakan tarbiyah nafsu dan sepatutnnya setiap kali kita mengalaminya kita katakan ini adalah ditujukan kepada nafsuku. Ia untuk mendidik nafsuku. Sehingga proses situ berjalan terus sehingga kita tidak merasa kesakitan itu dan tidak menyandarkannya kepada diri kita. Ianya tidak menyentuh sedikit pun akan hati kita sebaliknya ia belegar di luar dari hati kita.

 from flickr

Setiap zarah dari alam maya ini membawa kita kepada hakikat Tauhid. Membawa kita kepada membebaskan diri kira dari sifat keakuan kepada sifat kehambaan dan menanggalkan dari hati dan jiwa kita nafsu-nafsu yang merasakan kita memiliki apa-apa yang pada hakikat kejadiaannya, satu apa pun tidak kita miliki termasuk diri kita sendiri. Semuanya milik Allah dan kepadaNya lah diri kita dikembalikan juga kerana izinNya jua kita berada di jalan ini. Tidak kita miliki satu zarah apa pun dari apa-apa yang kita miliki.  

Pada setiap sujud dan doa kita tumpahkan segenap kerendahan hati dan diri kita padaNya. Dengan bersungguh memohon pada Allah agar ditetapkan hati kita dalam iman dan hidayah juga Taufiq. Jesteru kerana kita tidak memiliki apa-apa semuanya kurniaan Allah juga, Takutlah akan sikap keakuaan yang akan membawa kita kepada kebesaran hati. Takutlah akan kehilangan nikmah iman dan hidayah kerana ianya kurnia dari Allah, Andai Allah tidak memberi kita juga tidak merasa. Andai Allah tidak memilih kita juga tidak berada di sini. Rendahkan dirimu serendahnya dan katakanlah pada dirimu sendiri andai kita berasa ujub, riya, takabbur atau ananiyah. “ Nyahlah wahai sifat-sifat tercela itu. Layakkah kamu merasa sedemikian sedang kamu tidak memiliki apapun. Hatta diri kamu ini bukan milik kamu. Amat biadaplah andai kamu merasa riya’ atau ujub sedang kamu itu bukanlah siapa-siapa.

Perjalananan kita menuju Allah membawa kita kepada hilangya sifat keakuaan dan semakin baiknya hubungan sesama manusia kerana kita tidak merasa terkesan dengan kebaikan dan keburukan mereka. Sebaliknya kita melaksanakan apa yang kita perlu lakukan dengan sebaiknya serta menyandarkan semuanya berlaku dengan izin Allah juga agar kita belajar hakikat Ilahiyyah dan ubudiiyah. Kita memandang sekeliling, akan duduk halnya sekian hamba Allah dengan mata hati dan kerendahan diri. Semoga ahlul ma’siah akan diberitaufiq, semoga ahlul kuffar di kurnia hidayah.

 

Nikmati keindahan kalam-kalam Allah dengan meyeluruhi sekian makna kalimah Allah dengan meyelaminya dengan jiwa kita. Betapa indahnya ayat-ayat Allah dalam surah-surah An-Najm, Ad-Dzariaat, Al-Fussilat, Al-Qamar, Al-Qaf serta surah-surah lain yang menceritakan akan keagungan, kekuasaan dan keEsaan Allah.  Betapa azab Allah itu keras kepada kuffar dan Rahmah Allah itu sangat murah kepada mereka yang kembali kepadaNya.. Al-Quran merupakan hiburan bagi Mu’min. Lagu yang merindukan Baqa’. Penawar bagi yang sakit dan bersedih hati. Petunjuk bagi yang mencari.

“ Al-Quran ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini.” Surah Al-Jatsiyah: 20

( Yang Berlutut )

“ Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, kerana sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembusi bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung” Surah Al-Isra: 37.

Segalanya kembali kepada Allah. Allahlah yang Maha Sempurna. Semoga hati kita sentiasa khauf dan raja’. Semoga ianya jauh dari kelalaian dan besar diri. Semoga ianya sentiasa kembali pada Allah dan hidup dengan mengingati Allah dan melaksanakan suruhanNya. Semoga kita akan dihidupkan dan dimatikan dalam iman. Kerana semua itu milik Allah dan semuanya mudah sahaja bagi Allah. Nasib kita tidak kita ketahui bagaimana keadaannya kelak, moga-moga kita menjadi mereka yang diRedhai Allah dan meredhaiNya.  Amin.

" Ya Allah, janganlah kiranya KAU tinggalkan aku " 

October 20, 2007

Sang guru dan Sang salik

 

" Wahai anakku, dimanakah bermula dan akhir makrifatmu denganNya?"

Maka jawab Salik,

" Demi Tuhan yang aku dalam genggamanNya, bermula aku dengan kejahilan dan berakhir aku dengan kejahilan. Kesudahan mengenal adalah tiada mengenal, tiadalah aku ketahui apa-apa tentangNya hanyalah sekadar setitik air dihujung jari di tengah lautan yang tidak bertepi!"

August 2, 2007

Kalam Ibn ‘Athaillah ke-22

Kalam Ibn ‘Athaillah ke-22 ( Edisi 1 )

Segala Qadar Allah Berjalan Dalam Setiap Naik Turunnya Nafas Hamba-HambaNya

Al-Imam Ibn ‘Athaillah AsSakandary telah merumuskan dalam kalamnya yang ke-22 sebagai berikut:

ما من نفس تبديه، وإلا وله فيك قدر يمضيه

“ Tidak ada nafas yang anda keluarkan melainkan bagi Allah s.w.t pada anda ada qadar yang dilansungkan (dijalankan) olehNya”

Firman Allah s.w.t  yang bermaksud

“ Semua makhluk Allah baik yang berada di langit maupun yang berada di bumi semuanya memohon dan meminta kepadanya. Yang manakah dari kurnia Allah yang hendak kamu dustakan?”  ( Ar-Rahman: 29-30)

Berkata sebahagian ulama’ Tasawwuf:

“ Baransiapa yang mendapatkan pada dirinya perubahan dan pertukaran dalam setiap nafas, maka beerti dia orang yang mengerti dengan maksud firmanNya Allah s.w.t. Setiap hari Allah ada urusanNYA.”

Ayat Al-Quran di atas meguatkan bahawasanya dunia yang besar ini semuanya diatur oleh Allah s.w.t dengan kekuasaanNya dan kebijaksanaaNya. Semuanya itu tidak dapat melepaskan diri dari Allah yang ada di bumi atau makhlukNya di langit. Sebab itu Allah pada setiap detik dan minit ada urusanNya. Inilah yang dimaksud oleh firman Allah di atas.

Kesimpulan:


1. Setiap nafas yang kita hirup dan kita keluarkan selalu diikuti dengan qadar-qadar Allah s.w.t kerana itu semua kejadian-kejadian pada diri kita adalah menurut qadar Allah s.w.t.

2. Sambutlah qadar-qadar Allah s.a.w itu dengan perasaaan ’ubudiyyah kehambaan kita selaku makhluk. Dan sesuaikanlah diri dengan Redha tawakal, sehingga dapat sejalan dengan qadar-qadar Allah s.w.t itu.

Terimalah dan teguhkanlah keimanan kepada Allah s.w.t dengan meyambut qadar-qadar Allah s.w.t itu, samada yang pahit, manis, tidak baik (pada pandangan kita). Tetapi jangan lupa kepada Allah semoga kita dengan kurnia-kurniaNya selalu dapat dituntun Allah kepada qadar-qadar yang baik dan manis.

3. Bersihkanlah hati dan perasaan yang tidak sepatutnya atas qadar Allah.
 

July 25, 2007

Special Dedication: The Secret Within

The Secret Within

Is Love

For A Sister That Should Know That I love and Care for Her. Deeply And Dearly. Let’s Walk Together Toward HIM and We Will Know Each Other Better. The Secret of Love Within My Heart and Prayer. Sometimes Words Does Not Enough. Sometimes Doing Nothing Is The Best.  Sometimes Silence Is The Inner Key To The Right Path.[1] Sometimes The Existence Of Love Is Secret Within.

O Allah

A  Person  has asked Shaikh ‘Abd al-Qadir al-Jailani :

" So we are nearer to your heart?

He replied: O My foster brother, you will be like that only when you are all dutifully devoted to Allah  ( Exalted is He ), when you are vigilantly aware of Him, fear Him and seek Him. In me you will have a servant and a loving friend.[2]

[1]" Silence is part of the spiritual discipline of a votary of truth." M.K Ghandi.

[2] From Malfuzat ( Utterances ) - Shaikh ‘Abd Qadir Al-Jailani

¬ I Will Always Here, When You Are Here, I Still Be Here

Tags: Recommended Reading;

1)  The Shy Ghandiji

2) Bukanlah Siapa-Siapa

July 23, 2007

A Cool River

 

 

Darwisy 

~I’m a lover of His benevolence and severity~-Rumi

A very short, simple, yet a sign of complete love and full serenity . The new mini site which I love to drop by during a very hectic day and busy schedule. Take a look at it dear sisters and brothers if you  have a  little amount of time to be in front of the pc. It will feel like we are purifying our self in a very cool and clean river. As an addition also the soothing feeling brought by the background music. O MasyAllah. Allahu, Allahu.

"For those who didn’t taste it do not feel it"

 

A child cooling off after a bike ride in Kelowna’s Mission Creek. By Chandrasutra on Flickr



July 20, 2007

Tumpukan seketika

Lupakan sebentar ripuh dunia

Kekalutan mahasiswa cempera santunnya

Politikus  kenyang perut mereka

Seniman asas seni hidup mereka

Zionist menggila meratah saudara 

Tumpukan seketika

Tumpukan seketika

Tumpukan seketika 

Cuma 

 

Kepada ruhiyyah yang kian haus jiwanya

Kepada maknawiyyah yang kian dahaga isinya

Perhatikan seketika

Ke pusat diri kita 

Yang selalu gusar isi dunia

Sedang ghaflah atma

Sedang mata liar

Sedang telinga biar

Sedang Ya Tuhan

Lapar benar rohaniyyah kita

Rayu pohon belas

Sumber segala rencam isi dunia 

Pusatnya maknawiah

Isinya ruhiyyah

Tumpukan seketika

Pada mafhumat

Pada lapisan dalam

Diri kita

Ya.

Diri kita

Tumpukan seketika 

Pada gharizah al-qalb 

Khali

Berhenti 

Tetap

Fana’ 

Telah berpesan Ahlul ‘Arifin :

"Wahai orang yang tidak sedarkan dirinya!

Siapa yang benar-benar senang kepada Allah takkan tenang dia kepada selainNya.  Siapa yang benar-benar mencari kerelaan Allah akan rela atas semua atas ketentuanNya."

July 16, 2007

Busying correcting others!

Trying to Correct Others!

Sidi wa sanadi Hazrat Moulana Mohammad Taqi Usmani sahib db said; "Whenever one of us becomes increasingly religious his first priority becomes correcting other people. This similitude is that of a person with lethal cancer who is worried about some one else’s common cold. One who himself is severly afflicted (with muhlekat-e-nafs) never cares about other’s minor aliment. The problem is that we do not know our diseases as yet. Once we find out the deadly diagnosis all of these sermons for-others, hurting comments, slander and back-biting will disappear." For this diagnosis one has to approach the spiritual physicians/The Sheikh.
  • Just got this word of wisdom that directly  ‘hit the nail on the head’ from Ashrafiya site. O my own poor soul, look upon yourself and please do busying cleaning it! My own poor soul what are you busying at? O My own poor soul, please worrying about your state and maqam infront of Allah. O My own poor soul, please do cleaning it with zikrullah and istighfar. O My own poor soul, please you have a lot of works to do. My own poor soul. Busying correcting others! What a lame way to find your love. O my very own poor soul!!
  • Sheikh Ibn ‘Athaillah has asserted as well as others of our mursyid that to LOOK UPON YOURSELF and IMPROVING YOUR OWN NAFS and CORRECTING YOUR OWN FAULT is the key  to attain ma’rifah. If you didn’t dare to do it and admit your mistake then forget the path towards Allah. O My own poor soul, please, please, please purify your heart and soul. Please!! Look at your soul, how suffered it is with all the sins, ghaflah you have make? Please….. purify your heart and soul now..
  • O Allah, please help this weak servant of YOU to find way towards YOU. O Allah, please lead the way. How can i can do anything without YOU? Without you I’m powerless, without you my life is meaningless. Please don’t leave me.. I can’t live without you.

July 12, 2007

Bukanlah siapa-siapa

Gambar dari Zahraanur koleksi di flickr.

Aku ini bukanlah siapa-siapa. Manusia biasa;ibadullah&khalifatullah yang lemah masih mengejar dalam larut dunia dan alur masa akan makna hidup berTuhan. Aku hidup dalam keadaan aku ini tiada apa-apa, kemudian Allah jua yang memberi aku segala yang aku ada. Aku ini tiada apa-apa. Aku tiada kuasa. Aku hanya punya cinta yang diberi pemberi cinta. Dengan cinta itulah membesarlah aku yang tiada apa-apa ini. Aku memang sayang mereka-mereka, tetapi tidak sekali aku mencari suka mereka. Aku tidak risaukan mereka. Tetapi hati aku benar gundah akan maknanya aku di sisi DIA. DIA yang tiada dua. Aku tidak ingin berkongsi dengan siapapun cinta yang aku siram, subur dan baja. Aku cemburu bila melihat mereka di hadapanku.

 

(more…)

May 19, 2007

Kalam Ibn ‘Athaillah yang ke 19