
Kisah cinta mereka berdua sentiasa segar dan hidup dalam hati-hati penduduk Cordova, ibukota Sepanyol di zaman pemerintahan Khalifah Ummayah.

Kisah cinta mereka berdua sentiasa segar dan hidup dalam hati-hati penduduk Cordova, ibukota Sepanyol di zaman pemerintahan Khalifah Ummayah.

I
I remembered that once never did I think I’m going to face this exhausted journey everyday. No. I mean not journey in the life yet traveling everyday from my home to the office almost at the very early in the morning and arrived at home late at the evening - 8-9 p.m- when the sky has turn dark and it is almost my lovely darling bedtime. At that time usually Muhammad my youngest brother still wake up and I will be playing and giggling with him until whenever time possible and finally when he feel sleepy only then I will put him in the buaian and swing him until he fall asleep. He is truly a therapy for an exhausted day. A baby is indeed. Their are mind blowing creatures!
Nonetheless it is an enthralling journey while enjoying looking at people reading The Sun and anticipating the feelings that there are similar peoples out there who shared the same values and hopes for the future like us and how we are progressing into new political dimension despite several constrains and obstacles that lay ahead of us. I have faith on it. I’m optimist towards the change regardless how hard or how long it will take as long if we realize that our highest hope is Allah Almighty and seeking His pleasure is our goal. Facing different people’s everyday really teaches us various things.
IIMy mind keep edging and rethinking of the earliest day of my works here while dealing and mingling with Islamic Finance books in an office full of males staffs that really required a full commitment that I have never experienced before. Most of all I can’t resist but to think of my precious students and how did I really miss them. I know I sound so lame yet this is true. Working at this office nonetheless how exhausted the traveling is or how bored it is, I can still find my space and sometimes while reading and editing the materials for the publication department I can even sleeping without noticing out of exhaustion. Thus, because of that also has make me wondered many times how different is my nature of work now compared to my hectic schedule as a teacher last year. That makes me missing and thinking more about them. Life is like that. Now we know that love has no boundaries and life in this world is not our mission yet it is merely a bridge. A world is only a bridge to the eternal love and life later. When there is no pain and separation except true happiness. Yes and how I still waiting for that day
The Sufi path is not a way of words but of work. Its aim is to change one’s soul and life to conform to the Divine. The strongest means for this change are dhikr or ‘remembrance of Allah,’ mudhakara or learning from one’s sheikh, and jihad al-nafs or overcoming the self. If one is doing these things, one is travelling the path. If one is not, one has stopped.
Sheikh Nuh Ha Mim Keller
III
Geez, if one interested to read a worth reading article and solid analysis from a prominent accountant can take a look at Anilnetto analysis. Duh, such an interesting insight for the whole Terengganu ‘drama’! Not to forgot a Terengganu lovers insight too if you have additional time!
Well, our religion never did allow biased perception at the first place. Justice, transparancey, accuntability is the very fundamental and crucial aspect in Islam. We love Allah then we have to love justice too. We love Rasululllah ( pbuh ) and the sahabah thus we should follow their path. They have told us that bribery is a very dangerous actions and sinful doings that will lead to unstable socio economy system in the society alongside it will affected our faith as a Muslim. Let’s hear what our very own distinguished scholar said about ruling one country. Indeed, a heart wrenching yet a very frank statement from our late scholar Syeikh Sya’rawi. ( Rohimahullah ).
Life is like that; Full of colours. It is.
p.s: Well, whenever I wrote something personal it will be my highest hope that people will see and read it as a lesson and journal of one’s life and NOT looking it as alqasam life. Journalism method of writing is always my preference in reading therefore I love to write it sometimes as I love to read journalism type of writing.

DI ANTARA KOPI DAN>AND JAVABEANS
Tahun hijrah bertambah sepantas mata mengerdip, setangkas pedang menghunus, dan sekilat petir menyambar. Hijrah secara teori dan praktikal Junjungan Besar s.a.w telah dijelajahi. Namun tanpa sedar produksi Muslim sekarang disuntik fenomena jahiliyah moden dari setiap sudut. Ianya berakar dan mungkin subur dalam jiwa-jiwa kita sendiri. Mungkin.
Tahun- tahun yang berlalu memberi satu kebangkitan baru dalam diari pemuda-pemudi Islam. Baik dari lapangan apa pun kita. Kebejatan pembikinan blog-blog, akaun-akaun peribadi berbentuk Friendster, Myspace, Facebook, Livejournal dan juga segala bentuk online chatting yang pelbagai menjadi satu ‘trend’ baru. Tidak kira apa juga kencendurungan pemuda-pemudii Islam samada berbentuk haraki, akademik, kesufian, ilmiah, politik, musik dan juga jurnal. Medan internet adalah lapangan hikmah buat kita gali sesuai untuk dakwah dan tarbiyah ruhiyah menggunakan kaedah penulisan yang tersendiri demi mencari hikmah mengapa kita diciptakan. Namun internat mampu mengganggu jalan kita menuju Allah ataupun menambahkan ketaqwaan kita padaNya. Usah bezakan mereka yang berada di lapangan agama atau tidak. Semuanya terdedah kepada ujian dan fitnah ini. Kita tidak berbicara tentang orang awam. Namun tentang kita. Ya, tentang alqasam dan teman seperjalanan. Tentang kita-kita. Yang diuli dengan acuan didikan Islam. ( Em, benarkah? ). Ya, teman-teman Azhariyyun.
Pemuda-pemudi kita mampu menjadi semakin tega dengan Islam juga bertambah rasa takut kepada Allah melalui internet atau semakin lalai dan jauh dari didikan dari sekolah-sekolah agama yang di hantar ibubapa. Usah bicarakan persoalan hubungan lelaki perempuan di dalam alam maya ini. Ianya seolah-seolah dipinggirkan dalam kamus kita sebentar. Jangan dibicarakan setiap individu Muslim bertanggugjawab terhadap Islam. Menjadi qudwah dan izzah dalam setiap gerinya dan tidak membawa fitnah kepada diri, dakwah dan agama.
Sebagai contoh, kita sering mengimpikan ummah yang sejahtera dan kecenderungan tertentu dalam dakwah tidak kira apa jua kaedah/uslub dakwah yang kita teladani. Namun sering kita lupa kita, seorang individu Muslim mampu memberi kesan kepada Ummah secara keseluruhannya tambahan pula jika kita dikalangan mereka yang belajar secara khusus bidang agama, melaungkan seruan atau menunjukkan kecendurangan tertentu. Tanpa sedar, kita menjauhkan diri kita dan orang lain daripada dakwah secara umum dan kepada Allah& Rasulullah s.a.w secara khusus.
BAGAIMANA IA TERJADI?
Melalui banyak cara. Malah terdapat banyak respon dan arguementasi(?) dari kalangan orang awam yang membangkitkan konfrantasi dalam proses kelancaran tarbiyah dan dakwah di kalangan mereka yang bergelar daie’ secara khusus atau siapa sahaja secara umum.
Muhammad AlFateh ketika melatih tenteranya pernah berkata. " Orang kuffar dibekalkan dengan senjata, kelebihan di antara kita dan kuffar adalah taqwa. Hilangnya taqwa, maka hilanglah kedudukan kita dan menjadi lebih rendah dari mereka." Begitu juga amalan-amalan fardhu, sunnah dan penjagaan hati.
Kita tidak pernah dapat bersendiri dan menyendiri. Kita punya amanah dan kitaran kehidupan. Setiap satu memberi kesan kepada yang lain.
Hidup kita merupakan rangkaian dan rantaian. Sedang lembu juga memerlukan rumput untuk hidup.
Dunia maya dan realiti berbeza namun tetap sama. Ibarat melihat cermin. Umpama meminum kopi dan memakan javabeans. Sama tetapi berbeza namun mempunyai kaitan rapat dan disiplin tertentu.
WATAK ANIME?
Kita ibarat melihat watak dalam kandungan komik atau kartun-kartun "anime". Kita mentertawakan lelucon dan aksi yang dipaparkan namun kita juga adalah watak "anime" dalam kehidupan.
Kita tidak pernah akan menjadi islamik dengan hanya menggunkan kata ganti "ana" dalam penulisan dan perbualan harian. Kita bukanlah manusia paling bertaqwa kalau hanya menulis soal akademik dan ilmiah semata. Menulis adalah satu kreativiti. Mempunyai kaedah yang pelbagai dan tersendiri. Namun semuanya tidak lepas dari pengawalan hati dan nafsu dari dunia. Tidak hilang dari adab dan apa juga yang sinonim dengannya.
Berbicara soal perjuangan satu persoalan, namun bagaimana duduknya andai nafsu masih dibiar liar. Internet. Medan ujian besar bagi mencapai ketaqwaan bagi pemuda-pemudi Islam. Anda tidak mahu terbeban dengan tanggungjawab dan sandaran, lepaskan diri anda dari Allah. Mampukah?
Internet hukumnya harus, sesuai asal hukum yang tiada nas pengharamannya. Ia medan melebar integrasi dan kreativiti individu. Juga menjadikannya kita makin dekat atau jauh dengan Allah.
Selain itu, internet juga salah satu bentuk " soft addiction" dan mungkin kita terperangkap dalamnya.
TALI MUJAHADAH
Jiwa kita adalah watak dalam komik "anime" yang paling lemah. Ini bukan soal tudung labuh atau kopiah. Soal "thiqoh" atau syadid. Ini soal jiwa dengan Allah. Soal setiap nafas dan gerak akan dipersembahkan. Makin banyak yang kita tahu dan belajar makin dekat kita dengan kemungkinan seksaan dari Allah kelak. Ilmu dan musafir ilmu merupakan jalan menuju Redha Allah namun bukan tiket mendapat Redha dan menjamin syurgaNya.
" It is never about how much we learn or know, but how much we practice it with full of sincerity and complete devotion toward Allah".
Dalam sekecil perkara dan sebesar perkara ada musuh besar akan menyerang. Lebih hebat dari watak-watak utama dalam "anime" Naruto atau Bleach.
Hingga dalam perkara baik pun ia masih bersembunyi dan ingin mengganas. Ia adalah nafsu. Musuh utama dan sangat paling mampir dengan kita. Setiap makhluk Allah tidak terlepas diuji dengan nafsu dan cinta dunia. Nafsu yang mengikat kita bukan kita yang kita mengikatnya juga cinta dunia di hati membawa kepada lemahnya jiwa dan malasnya beramal. Hati sentiasa rindu kepada dunia. Hati dipenuhi sifat-sifat mazmumah, ananiyah (ego), sentiasa merasa diri betul dan baik, sukar menerima pendapat orang lain, hasaddengki, tamak serta pelbagai penyakit hati yang lain. Kadangkala kita takut membelek hati kita sendiri.
Dan ia bukan main-main. Sekali terlepas jauh dari RedhaNya mampukah kita bernafas lagi?
Ikatlah nafsu ammarah bissu’ dan lawwamah dengan tali mujahadah, dzikir dan muraqobah dan heretlah di bahu kita hingga menjadi nafsu yang tenang dan diredhai. Bebannya berat, ya. Tersangat berat. Namun natijahnya sangat hebat dan berkesan. InshAllah.
Kita tidak pernah baik hanya dengan apa yang kita tulis atau pakaian yang kita sarungkan atau nama yang kita gunakan. Namun amal dan hati yang bersih akan dibawa dalam "dulang" persembahan di hadapan Allah. Setiap amal Fardhu dan Sunnah natijah interpertasi keikhlasan diri.
Oh ya, tuan tanah blog ini juga tidak pernah akan jadi apa-apa atau istimewa dengan menulis blog. Tuan tanah ini hanya satu zarah yang akan menjadi debu. Tuan tanah ini yang akan ditanya Allah juga tentang apa yang diamalkan, niatnya juga jiwanya. Kemana di bawa lari dan pergi.
SECAWAN KOPI
Pilihlah sesuai menurut keutamaan, kematangan dan pendidikan nafsu. Terpenting, tidak membina ‘rumah’ dalam hati buat internet. Mencintainya dan meletakkankan di dalam hati. Internet mampu menjadi kawan atau lawan.
Pesan Habib Ali Al-Joofre di antara jalan mendidik diri adalah mengurangkan perkara-perkara harus. Tentu ia dengan meminimakan diri dari bersenang dengan dunia dan membentuk nafsu tunduk dengan pencipta semesta.
Kita tidak pernah dapat bersendiri. Semuanya mempunyai kaitan. Kalau ingin menjadi "aku" tidak bermakna kita mesti melupakan "dia" atau "DIA". Menjadi diri sendiri adalah perkara biasa namun menjadi diri sendiri juga memerlukan kepada "mereka" dan agama.
Dalam banyak perkara kita mungkin lupa tentang diri kita kerana sering melihat yang lain. Alqasam juga. Mungkin. Berjayanya kita menuju Allah adalah dengan sentiasa melihat diri sendiri. Dalam usaha dakwah dan tarbiyah, hati sendiri yang sentiasa perlu dicuci sering. Apa sahaja yang terjadi, adalah tujahan kepada penundukan nafsu. Hakikatnya, kita ini bukan siapa-siapa. Sentiasa melihat diri hingga nafsu menangis dan tunduk kepada iman. Melihat kepada dalam diri dan memusatkan perhatian kepada Allah. InshAllah, kita dinilai Allah melalui " Khowatim" dan bukan apa yang telah berlalu (yang disusuli taubah). Setiap dari kita adalah manusia, dan manusia tidak pernah lari dari kesilapan. Betapi ramainya abid yang kemudian cenderung diakhir usianya kepada kemaksiatan dan mati dalam kufur. Nauzubillah min zalik. Lihatlah Allah pada Maha KayaNya Dia. Lihatlah DIA, bukan pada manusia.
Petikan di bawah ini jelas satu artikel "kopi pasta". Apa salahnya kan sekali-sekala meminum minuman diperbuat dari "javabeans" bersama hidangan dari Itali. Selamat menjamu selera. Kopi minuman segar dari sebutir kacang, Seperti hidup kita juga. Asal tiada kepada ada kemudian tiada kembali dan ada kembali. Bismillah.
Bagaimana Melayari Internet Dengan Kebersamaan Allah
Tulisan Ustaz Dr Fathi Yakan
Dr Fathi Yakan adalah seorang ulamak dan pendakwah yang dikenali. Beliau adalah antara pelopor pergerakan Islam dalam tahun 50-an, berkelulusan PhD dalam bidang Bahasa Arab dan Pengajian Islam. Dr Fathi Yakan telah mengarang lebih dari 35 buah buku, sebahagian besarnya telah diterjemahkan ke dalam pelbagai bahasa.
Internet merupakan senjata bermata dua, satu pendekatan yang mempunyai dua wajah yang bertentangan; dalamnya ada unsur peruntuh dan membina, memati dan menghidup, petunjuk hidayah dan godaan. Dan cara bagaimana ia digunakan adalah garis pemisah antara keduannya.
Saya harap tidak keterlaluan jika saya katakan bahawa internet mempunyai daya tarikan, keberkesanan, mudah dicapai, dilayari dan bersifat interaktif yang menjadikan ia alat terkini dari segi kesan dan ruang cakupan. Ia melitupi bola bumi tanpa sekatan dan tandingan. Ia boleh dijadikan mimbar untuk orang Islam menegakkan hujjah keatas manusia dengan menyebarkan Islam dan menyampaikan dakwahnya kepada seluruh manusia diseluruh pelusuk alam.
Benarlah seperti firman Allah taala yang bermaksud:
Supaya tidak menjadi hujjah manusia terhadap Allah selepas kedatangan rasul-rasul.
(an Nisa’ 165)
Dan firman maksudnya:
dan begitulah kami jadikan kamu umat pertengahan supaya kamu menjadi saksi kepada manusia dan rasul menjadi saksi keatas kamu.
(al Baqarah 143).Walaubagaimana pun kita sepatutnya mengetahui bahawa internet dipenuhi dengan segala jenis unsur yang rosak dan merosakkan dan syaitan jin dan manusia memuatkan rangkaian ini dengan berjuta-juta laman yang canggih dan cekap dengan seni mempedaya dan menyesatkan satu perkara yang tidak diterima akal dan sukar digambarkan.
Satu kajian yang disiarkan oleh majalah Time menunjukkan bahawa bilangan laman seks mencecah angka 650 juta laman pada tahun 1998 dan dianggarkan akan sampai 8 bilion pada tahun 2002. Salah satu laman ini memiliki 300,000 gambar lucah dan telah dihantar sebanyak lebih satu bilion kali.
Manakala dari sudut perniagaan, satu kajian menunjukan bahawa sejumlah pembelian bahan lucah melalui internet mencecah 18 bilion dolar. Ini mendorong pengkaji Steve Waters berkata dalam komentarnya terhadap betapa besarnya bencana ini: "biasanya pelayaran internet bermula dengan cuba-cuba, kemudian ia berlarutan menjadi penagihan dan disertai dengan kesudahan yang sangat merbahaya".
Semua itu perlu diletakkan dalam perkiraan apabila berbicara tentang internet, melayarinya dan berintraksi dengannya.
- Sesaorang yang ingin melayari internet wajar membersihkan niat dengan betul dengan menetapkan terlebih dahulu tujuan sebelum memasukinya.
- Mereka yang melayari internet sebagai alat untuk berhibur akan lupa diri dan tanpa disedari terheret ke pada kamatianya dalam keadaan ia tidak menyedarinya.
- Kemudian duduk dihadapan internet dalam tempoh yang lama akan mensia-siakan pusingan hidup seluruhnya. Mereka akan mengabaikan tugas dan tuntutan untuk mendapat kebahagiaan di dunia dan akhirat. Inilah kerugian yang nyata.
Disamping ia juga akan menyebabkan kehilangan daya tumpuan dan menyebabkan akal bercelaru.
Adapun apabila kita melayari gelombang internet yang ganas dalam laut yang gelap dan dalam keadaan ditemani Allah bererti kita hidup dengan kebersamaan ini dalam setiap suasana, urusan, kondisi dan setiap masa.
Rasa kebersamaan ini bukan suatu yang boleh dipinjam-pinjam atau direka-reka… kerana itu, ia bukan datang dan pergi sebaliknya satu keadaan yang tetap terus berkembang tanpa kurang atau surut.
Merialisasikan kebersamaan ini seseorang perlu mengekang nafsunya daripada hawa dan penyesatannya. Hawa harus ditolak dan nafsu sepatutnya dibimbing untuk menaiki tangga kesempurnaan, meninggalkan kealpaan, mengalahkan waswas dan mengatasi ajakan-ajakan syahwat. Kemudian dengan memelihara keberterusan "muraqabah" dan "muhasabah" serta mengekang nafsu dengan keazaman dan dipaksa dengan pekerti dan akhlak yang mulia, apa lagi dizaman yang penuh dengan fitnah dan keajaiban ini.
Seperti yang pernah diberi amaran dan ingatan oleh Rasulullah s.a.w secara khusus mengenai zaman tersebut di mana orang yang siuman menjadi bingun, perkara makruf menjadi mungkar dan mungkar menjadi makruf sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w yang bermaksud:
apabila dunia hampir kiamat akan berlaku fitnah seperti potongan malam yang gelap, fitnah seperti kepulan asap, dalam situasi itu hati manusia akan mati seperti matinya tubuh badan mereka, mereka beriman pada pagi hari dan kufur pada waktu petang, beriman pada waktu petang dan kufur pada waktu pagi antara mereka ada puak yang menjual akhlak dan agama mereka dengan habuan dunia.
Kita berdoa kepada Allah supaya memberikan kita kesihatan dan berterusan dalam keadaan afiat serta bersyukur dengan afiat tersebut. Kita mohon dari Allah kebaikan masa dan kebaikan mereka yang hidup pada zaman ini. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan zaman dan kejahatan mereka yang hidup pada zaman ini. Allah maafkanlah kami, ampunkanlah kami, perelokkan kesudahan kami dan pastikan pada waktu kematian kami, kami sedang melakukan kebaikan dan amal soleh.
(hadis riwayat Ahmad)
( Mari sama-sama kita minum Kopi Radix HPA )
Salam Maal Hijrah 1429 Hijrah, Kullu ‘Am WaNahnu ilAllahi Aqrabu ( Semoga setiap tahun makin kita dekat denganNya) InshAllah. Sama-sama kita mendoakan keselamatan buat adik Sharlinie yang hilang. Moga beliau sentiasa dalam pemeliharaan dan jagaan Allah sentiasa. Untuk maklumat lanjut di sini dan di sini
* Artikel & Audio berkaitan :
1) Di Muntalaq untuk di download.
3) Sepinggan Dosa Berulama Pahala
5) Matlamat Sahaja Yang Besar?
6) A Competition Of Attraction oleh Syeikh Husain Abdul Sattar (Sacred Learning )
Nota kaki yang tiada kaki
Mungkin entri kali ini berbaur ‘garang dalam kehalusannya’, namun sasaran pembacanya adalah tuan site ini sendiri serta sahabat-sahabat yang berjalan di jalan yang sama. Mungkin kadang-kadang kita perlu menggarangkan diri kita apabila melihat betap banyaknya lelaki Mu’min tergoda dengan wanita dan internet di luar sana dan betapa ramai wanita yang kian giat mencambahkan benih-benih zina hati dalam hati lelaki. Atas nama, entahlah. Lelaki Islam di akhir zaman makin culas dalam ibadah dan dakwah. Wanita Islam pula makin lemah jiwa mendepani mehnah. Aduhai dunia, bagaimana diharapkan terbangkit semula tamadun Islam dengan jiwa yang kacau dan minda yang haru-biru!
Kita diserang dengan virus mengambil mudah dan bersenang-senang dengan internat. Yang amat dan terlalu, kadangkala. Ubudiyyah dan dakwah? Bukan sekadar retorik. Mu’min yang tidak banyak ilmunya namun beramal lebih dicinta Allah dari mu’min yang besar ilmunya namun sebaliknya yang berlaku. Allah Lebih Mengetahui. Semoga Allah mengampunkan dosa-dosa kita samada sedar atau tidak, sengaja atau tidak, akan datang atau yang telah lepas, dan apa yang lebih Engkau ketahui tentangnya.
Kita tidak menggunakan penfasiran bersifat tekstual dan robatik juga bukan ingin bersikap Holier than Thou. Bukan tentang ini atau itu tidak boleh. Bukan tentang taqwanya seseorang dengan dia begini atau dia begitu. Redha Allah sifatnya Qadim. Ramai yang beribadah namun akhir hayatnya berada dalam murka Allah. Namun kita berbicara soal hati yang selalu dibicarakan natijahnya. Ya, tentera jasad dan ruh kita. Cermin kepada mengenal Allah.
" Dinaqalkan Sheikh Ali Juma’ah juga melarang hubungan ajnabi di alam maya ( yang bukan dalam lingkungan perkara syarie ) ". Sheikh Ali Jum’ah merupakan ulama’ komtemperori yang tradisional namun berfikiran terbuka.
Sayonara.
Faqer
Astaghfirullah. Wallhua’lam.


Tahun 2007 bakal tibe ke penghujung. Beginilah. Hidup memang begini. Segalanya berlari. Masa kita bertemu Tuhan akan datang. Hari yang dimana setiap zarah tubuh akan dibeku dan dibisukan. Saat waktu alasan-alasan picisan tidak akan dilayan. Qalbun Salim. Hari-hari menggetarkan itu tika peluh berjujurun. Azab Allah bukan mainan. Rahmah Allah juga satu kepastian.
Hidup memang satu pilihan. Kita melihat jejak di belakang yang masih berbekas. Pasirnya masih bersisa. Shukurnya entah di mana.
Pilihan. Ibarat menyelak kembali pintu-pintu yang telah kita tinggalkan, teman-teman yang bertebaran pulang. Untuk kembali ke masa silam mustahil namun masih berbekas sayang. Ibarat mengintai kembali denai-denai yang pernah dilalui kesannya ada, pulangnya tidak mungkin.
Kita berjalan di atas QadarNya. Begitulah sebenarnya layaknya hamba. Kita memanjat doa. Kita tidak memilih namun Allahlah yang memilih untuk kita. Di atas susur yang telah ditetapkan. Bahagia tidak terkira pasti. Apa yang dipilih Allah buat kita maka bergembiralah kita dengannya. Bukankah apa yang diRedhai dan dicinta Tuhan buat kita maka perlulah kita bergembira dengannya?
Masa berlari. Untuk kita laluinya dengan ruh yang sejati. Hidup memang satu pilihan. Untuk memilih mati yang menanti dan kembali ke daerah kekal. Ya daerah di sana.
p/s: Adik di dalam gambar di atas pun sedang membuat pilihan. Mesti adik tu pun keliru kenapa semua labu ni semua kelihatnnya sama je tetapi tidak serupa. Analoginya begitulah dalam hidup kita. Pilihan yang terbentang dalam hidup kita selalunya begitu. Labu-labu itu ibarat pilihan-pilihan yang ada. Warna-warna itu menutup akan taqdirnya yang sudah tersurat dalam ilmu Allah.
Dalam ilmu Allah sudah diqadarkan oleh Allah. Bukan bermakna kita tidak berusaha dan berdoa. Namun berdoalah dan berusahalah sesuai dengan kerendahan hati sebagai hamba. Pilihlah apa yang Allah gembira dan suka buat kita. Bukan apa yang kehendak diri kita mahukan. Kerana pilihan kita mungkin terdorong nafsu dan keegoaan hati. Sedang apa yang Allah mahukan buat kita itulah yang membuat kita bahagia. Manakan tidak, bukankah apabila Allah Redha dengan kita, itulah bahagia yang tiada taranya lagi? Mintalah apa yang Allah ingin, bukan apa yang kita ingin. Life is cool then.:)

Cinta itu Sifat. Sifatnya Fitrah.
Ini bukan falsafah cinta. Ini juga bukan cinta biasa; Cinta antara dua manusia. Bukan juga cinta luarbiasa. Namun terhimpun apa yang terjeda di antara keduanya. Cinta fitrah manusia yang berasal dari natijah cinta kasih Allah. Rahmah RahimNya. Cinta fitrah yang tiada bahasa dan suara. Ianya sekadar ceritera sebuah cinta klasik himpunan rasa cinta dalam jiwa manusia. Sebuah kisah yang selalu dilupa-lupakan manusia. Bukan BERCINTA tetapi merasai cinta.
Cinta itu misteri.
Cinta itu unik.
Cinta itu ungkapan yang sering diluahkan di wajah dunia.
Cinta itu universal.
Cinta melepasi segala penaksiran dan penakulan.
Cinta merupakan naluri perasaan yang bersifat alami berada dalam sanubari insan anugerah Allah Pencipta cinta.
Cinta membatasi segala apa yang ada di sekeliling. Ibarat angin. Kita terasa lembut sapaannya, namun kita tidak melihatnya. Cinta alami. Tanpa berhajat kepada sesuatu dan mengharapkan balasan. Ibarat bayu. Kita merasa alurnya namun kita tidak mampu menyentuhnya.
Kita mungkin menyintai saudara satu darah bani Adam kita yang berada di benua yang berbeza tanpa pernah mengenalinya. Kita mungkin menyintai anak kecil yang menderita tanpa pernah melihatnya. Kita mungkin menyintai manusia bangsa lain atas dasar kemanusiaan tanpa mempunyai apa-apa kaitan dengannya. Kita mungkin menyintai saudara seagama tanpa pernah berbicara dengannya.
Mungkin juga kita merasa cernaan rasa cinta dalam jiwa dari Allah tanpa kita punya sesiapa untuk dicinta. Walaupun manusia itu hanya seorang ‘homeless people’ yang tinggal di kaki jalan, yang pakaiannya lusuh, jiwanya keras dan makanannya hanya lebihan.
Terutama kita menyintai Para Sahabat Baginda Nabi s.a.w yang mendengar nama mereka sahaja, meggetarkan dada.
Cinta Allah dan RasulNya? Tiada kalam.
Semuanya terbit dari jiwa yang menerima percikan sifat mulia; ar-Rahim Allah yang besifat tulus. Andai bebas dari tuntutan nafsu dan kepentingan peribadi merupakan sesuatu yang mahal harganya. Bebas dari nafsu yang bertentangan dengan aturan Allah, jua bisikan syaitan, tuntutan dunia dan tanpa mengharapkan balasan. Ianya terbit dari Allah dan mendiami jiwa tanpa perlu kepada sandaran. Mulianya perasaan fitrah itu apabila dkembali kan rasa itu kerana Allah dan untuk cinta Allah juga. Cinta Agung.
Pembebasan dari selainNya dengan menerima perasaan cinta fitrah kurniaan Allah kepada makhlukNya. Hanyasanya untuk memberi keamanan kepada rohani, ketenteraman kepada ruh dan kesejahteraan sesama insan. Cinta ia diam di situ. Di dalam hati. Tanpa perlu kepada selainnya. Suatu kurniaan yang bersifat alami. Cinta yang terbias melebihi dari zahir alam dan makna. Cinta yang asal dari Allah, Maha Kekal dan Kasih sifatnya.
Yang cintaNya andai dihimpun segala cinta di dunia tidak dapat dibandingkan sedikit pun.

Under the Distant Skies
We Pray whole heartedly
To Allah Almighty
For Us
To Embrace the Beauty of Ramadhan
Tightly
Full heartedly
Truthfully
Strongly
Until the String of our Soul
Within
Is
All The Love Encounter
In This Universe
Your Love
Allah
Ramadhan Kareem

Tulisan ini gabungan akal yang terbatas dari peristiwa yang bercempera. Ibarat tulisan saudara kita Tawel-Sensei yang terbaru
I
Selalu-selalunya artikel segar di internat juga kehidupan luar kotak empat segi ini yang menjadi bahan santapan tuan site ini memperbaharuhi ruh yang makin layu, membaiki minda yang kadang-kadang beku, diri sendiri yang malas bergerak atau jemari yang hanya tahu menulis sahaja. Maklum sahaja, kita manusia punya komponen gerakan yang pelbagai andai tidak di’charge’ maka turunlah kuasa energinya. Ibarat penjagaan wajah juga. Andai tidak mengikut urutan penjagaan kulit secara teratur bermula dengan scrub, toner, pencuci, pelembab dan sekian method penjagaan, akan kusamlah wajah. Begitulah kita manusia. Setiap inci tubuh luaran dan dalaman punya hak untuk di jaga, Ianya makhluk hidup bisa merasa bosan juga letih dan lesu.
Mujur juga datangnya Ustaz Rohimuddin memberi santapan segar lagi intelektual buat ruh yang selalu dahaga dengan pengisian di sebalik masa dunia yang makin kusut dan mencabar. Terima kasih ya Allah.
II
Sekitar tiga minggu yang lepas demi meraikan permintaan teman yang memohon pertolongan menggantikannya menemani saudara dari Papua New Guinea yang akan khatam Al-Quran di masjid kampus ini maka dengan kudrat yang dan masa terbatas bersama beberapa teman yang lain hadirlah kami meraikan mereka. Asalnya tanggapan muaallaf dari Malaysia rupanya saudara kita dari luar negara. Meraikan mereka yang baru lepas membaca iqra’ memberi keinsafan yang tidak sedikit. Mendengar cabaran minoriti Muslim di sana lebih lagi menjuntik sedar. Kita di Malaysia ini memang banyak membuang masa, wang dan tenaga. Upaya yang mapan sering kita luangkan pada lapangan yang merugikan. Aduhai bagaimana kira-kira kita punya kekuatan yang ramai dihabiskan dengan hiburan yang dijadikan alasan mencari rezeki dan membantu keluarga. Terbinakah semula Tamadun Islam? Daya upaya intelek dan kuasa spiritual makin lesu dan hambar. Islam makin terkebelakang kerana budaya hidup yang merugikan.
III
Kita juga tidak mahu dakwah syok sendiri yang sering tertumpu pada isu dan sasaran yang sama. Sedang kita terabaikan aduhai komponen utama penggerak Ummah remaja di luar sana sudah berlari meninggalkan kita. Kehidupan mereka memang sangat jauh berbeza dengan kita. Analoginya ibarat kita masih di gua mereka sudah menaiki banggunan yang mencakar langit. Kita tidak patut merasa ketinggalan namun kita kasihankan mereka yang merasa betul dengan hidup tidak betul, yang jelas membelakangkan Allah Rabbul Jalil.
Mengajar anak-anak elit dan artis hampir selama lima bulan benar-benar mengajar tuan site ini dimensi baru dalam pendekatan kepada remaja. Berbual sahaja dengan mereka selama satu jam dan tinggalkan sebentar nasihat ala-ala dakwah kata mereka akan kita dapati betapa hidup mereka berbeza jauh dengan kita. Kita tahu adanya kehidupan sebegitu namun kita lupa bagaimana mereka berada di situ. Ungkap kita zina, ungkapan mereka seks. Majalah kita, Milinea, majalah mereka Cleo. Hiburan kita, Al-Quran dan elemen spiritual juga zikir, hiburan mereka entah sejuta macam artis yang berkiblatkan muzik adalah seni kreatif yang selamanya menjadi halal. Pakaian kita yang bisa menutupi aurat, pakaian mereka memang stylish dan ranggi. Perbualan kita, perkara biasa, perbualan mereka sangat advance. Keluarga kita sentiasa makan bersama, keluarga mereka jarang bersua muka. Rumah kita, asalkan beratap, rumah mereka lima tingkat. Telefon tangan kita versi orang lama, telefon tangan mereka selayaknya untuk kerjaya profesional. Fikiran mereka boleh mencapai Atheist. Teman mereka pemandu yang menjadi ibubapa pertama. Berkilas ke sana ke mari menemani. Fesyen kita, biasa sahaja, fesyen mereka, fesyen dunia. Muzik mereka hip-hop, tarian mereka, street dance. Kekasih kita, Radulullah s.a.w, idola mereka DBSK.
Andai tidak bercakap dengan bahasa mereka, kita akan selesa dengan dunia sendiri. Ya, dekati dengan bahasa mereka, pasti dapat diselami naluri akar kepada permasalahan mereka. Semuanya bermula dengan keluarga. Bermula dengan didikan diri dan teman sepermainan. Permulaannya pada tujuan hidup. Asalnya pada hakikat Tauhid. Kerja kita memang banyak. Jiwa kita juga perlu di isi. Akhirat sahaja tempat berehat. Alternatif satu jawapan pasti.
IV
Setelah beramah tamah dengan sauadara-saudara dari Papua New Guinea pergi pula ke majlis walimah teman muaalaf yang dibuang keluarga di fakulti paling hujung. Sampai di sana, terlalu ramai pula. Hajat asal kami ingin meraikan majlisnya atas permintaan sahabat lain yang risaukan majlis tersebut tiada yang mendatangi. Demi kerana terlalu ramai, hingga pengantinnya pun susah didekati kami pun angkat kaki.
Dalam pada itu sempat juga besua di depan masjid sahabat-sahabat yang bekerja keras demi ummah. Debaran mendekati tarikh majlis sambutan graduan makin terasa. Bukan debaran yang mengembirakan namun yang bakal merisaukan iman akan sikap-sikap mahasiswa/wi kita pada masa keramat tersebut. Kita tahu, dunia sekarang bukanlah sebersih mana, pelajar kita juga tidak lah se‘innocent‘ mana. Namun setiap kampus punya undang-undang termaktub. Ya, tertera budaya berpasangan dan berdua-duaan (Anda kawankah, teman sepersatuankah, teman sejirankah, teman sekampungkah ) memang dilarang dalam etika dan akta universiti.
Malam-malam sambutan Convest memang merisaukan. Kalaulah badan tertubuh atas pilihan pelajar susah benar dikitiraf malah dianaktirikan dengan tidak memberi dana (indah kan politik dan birokrasi mereka ) yang selayaknya hingga kain rentang untuk sambutan graduasi hanya menggunakan cat dan tulisan tangan. Apakah layak layanan sebegini mendapat anugerah ISO atau anugerah Kualiti Perdana Menteri? Kami meminta adil.
Kasihan pada teman-teman. Mereka memang bekerja keras. Ia, untuk makluman juga, badan tertubuh pelajar yang selayaknya mendapat autoriti mengawal majlis di Convest Hill sperti tahun-tahun sudah (tidak termasuk tahun lepas tentunya yang mana dalam sejarah kampus, membawa masuk artis yang mereka banggakan) juga di tolak tepi. Majlis di bukit itu bukan atas tangan SRC. Ianya diuruskan oleh pihak lain. Gerai dan konsert apa sahaja, tidak mendapat kuasa badan pelajar. Jesteru, mohon amat dalam hati dan tindakan bijak pihak berwajib, tolonglah kasihanilah hati-hati kami yang pasti sangat sengsara dengan sikap kalian dan perbuatan yang menimbulkan cemburu iman! Ya, tidakkah Allah cemburu pada hambaNya yang melakukan ‘asi?
VI
Imam Ghazali ketika membahas di dalam Minhajul ‘Abidin akan halnya bergaul dengan ramai orang jesteru termasuk dalam perkara Fudhul yang harus. Berlebih-lebihan bukanlah hal para ‘Arifin. Namun diperlukan bagi sebahagian kelompok Ulama’ "Amilin. Di sentuh juga akan duduk perkara Ulama’ yang mana perlu bekerja untuk dakwah dan Ummah juga terdapat juga Ulama’ yang perlu untuk beruzlah dan berkhalwah. Bagi ulama’ yang bekerja utuk Ummah mereka memerlukan kepada uzlah qalb kerana keperluaan Ummah kepada mereka. Jesteru, tidaklah mampu kita memandang sebelah mata akan penyakit Ummah yang memberi kesan parah kepada ruh kita.
TITIK
Ya, hidup adalah realistik bukan sekadar idealistik.
Tempat kembali hanya ALLAH. Asal hidup kerana ALLAH jua. Kerana namanya manusia pelepasan dari selain dari ALLAH adalah hakikat yang memberi itmi’nan dalam menghela nafas di dunia yang sempit dan meletihkan. Penyuntik semangat adalah kerja keras pewaris tamadun kita. Pena-pena yang menyubur warisan Islam. Gambatte!
Jemput untuk berehat-rehat di beranda sambil minum kopi segar.:)—> Sekadar satu hebahan bersama untuk laman baru yang baru ditemui. Moga ada manfaat bersama.

Setiap dari kita mencari makna diri. Dalam arus hidup yang tidak mudah ini, bukan sekali kita terngadah. Letai menongkah pelbagai uji diri bukan alasan untuk merosakkan hati. Hati, punca asas segala rahasia maknawi bisa melapangkan seluruh alam tersurat dan tersirat. Kelukaan, keperitan, ketidakpuasan rasa kepada manusia selayaknya membawa kita kepada Allah dan hakikat Tauhid. Melepaskan dari ketergantungan kepada manusia kepada penyerahan total kepada Khaliq. Menyusurkan kita kepada penyucian hati dan pendidikan nafsu. Andai tidak, maka rugilah kita. Hati akan dilapangkan kepada ketenangan yang tidak terperi andai rahsia jua hikmah uji dinilai dengan mata hati. Prasangka tidak enak juga nafsu mazmumah bisa membakar wijdan yang membawa kepada penderitaan tidak terperi.
Persaudaraan. Akarnya ikhlas, tunjangkan mengorbankan diri, buahnya berlapang dada. Suburnya makin ranum dengan bersangka baik dan mendoakan dalam diam. Setiap manusia diberi tenaga dari persepsi yang berbeza. Ternyata material bukan segala. Kadang si fulan punya masa, setengah pula punya materi, setengah yang lain punya telinga. Bagi yang lain pula punya hati yang sentiasa merindukan dan merisaukan saudaranya. Si fulan yang lain pula sentiasa berusaha mengembirakan saudaranya dengan mendoakan yang enak-enak. Dalam diam. Mustajab. Pesan Junjungan begitulah. Berkira dan berkurang. Memberi dan menerima. Konteksnya berbeza. Manusia bukan makhluk sempurna. Setiap yang satu istimewa dan melengkapkan. Mendepani kita-kita yang pelbagai, setiap darinya membawa kepada kebesaran Allah. KekuasaanNya mentadbir dan mencipta alam supaya manusia berfikir. Daun bercinta dengan pohon. Kerikil bersatu dengan pepasir. Rumput bertemankan lalang. Indahnya.
Bersyukur kepada Allah, berterima kasih pada manusia. Senyum dengan Qadar apa yang diberi, mencuci jiwa, mendidik nafsu dan memperbaiki diri untuk memberi yang terbaik berdasarkan kondisi tersendiri.Tunjangnya Redha Rabbul ‘Alamin , maka berbahagialah. Berbahagialah bagi manusia yang tersenyum dan sentiasa memuhasabah diri dengan tadabbur dan tafakkur.
Rahsia alam dan kalam kehidupan tidak tersingkap dengan tulisan jua ungkapan. Ianya halus. Pintunya ikhlas. Tongkatnya bersangka baik. Tingkapnya muhasabah. Memahami butuh usaha maknawiah. Bicaranya sufi. Suaranya sunyi. Disatukan dengan kekuatan ruhi. Yaqin itu bukan pada penglihatan zahiri namun apa yang tetap diyakini di dalam hati.
Inilah nikmah mata hati.
The Secret Within
Is Love

For A Sister That Should Know That I love and Care for Her. Deeply And Dearly. Let’s Walk Together Toward HIM and We Will Know Each Other Better. The Secret of Love Within My Heart and Prayer. Sometimes Words Does Not Enough. Sometimes Doing Nothing Is The Best. Sometimes Silence Is The Inner Key To The Right Path.[1] Sometimes The Existence Of Love Is Secret Within.
O Allah
A Person has asked Shaikh ‘Abd al-Qadir al-Jailani :
" So we are nearer to your heart?
He replied: O My foster brother, you will be like that only when you are all dutifully devoted to Allah ( Exalted is He ), when you are vigilantly aware of Him, fear Him and seek Him. In me you will have a servant and a loving friend.[2]
[1]" Silence is part of the spiritual discipline of a votary of truth." M.K Ghandi.
[2] From Malfuzat ( Utterances ) - Shaikh ‘Abd Qadir Al-Jailani
¬ I Will Always Here, When You Are Here, I Still Be Here
Tags: Recommended Reading;